Bupati Kudus Apresiasi Inovasi di Desa

 10-04-2017 14:11 WIB by Admin  377x    News
Lomba Desa, Modal Penting untuk Membangun Bangsa


Bupati Kudus meninjau salah satu stand inovasi dalam Lomba Desa di Bulung Cangkring Jekulo (foto:rochizio)
 
 
KUDUSNEWS.COM, Kudus - Memang sebuah rutinitas, tetapi lomba desa hendaknya dimaknai substansinya untuk membangun bangsa yang diawali dari desa. Bahkan pada level pemerintahan terkecil sekalipun, yaitu RT harus tertata dengan baik.
 
 
Hal ini disampaikan oleh Bupati Kudus H. Musthofa saat menghadiri lomba desa di Bulungcangkring, Jekulo, Senin (10/4). Hadir pula pada kesempatan tersebut yaitu sekda, pejabat beserta tim penilai lomba desa tahun 2017 tingkat Kabupaten Kudus.
 
 
Dikatakan bupati, bahwa NKRI merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan. Negara bisa kuat dan baik ketika didukung seluruh elemen bangsa. Semuanya harus baik dan memiliki tujuan yang sama.
 
 
"Di tingkat desa, saya melihat ini sudah baik. Namun kades bersama perangkat desa harus konsisten dalam membangun desa dan memberikan pelayanan untuk masyarakat," pesan bupati pagi itu.
 
 
Apalagi dengan dukungan dana desa yang jumlahnya terus meningkat pada tiga tahun terakhir ini harusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk desa. Semuanya tentu harus dilakukan secara transparan.
 
 
"Pergunakan sesuai peruntukan dan sesuai aturan yang ada," tambahnya.
 
 
Di era serbateknologi ini, desa di wilayah Kecamatan Jekulo sudah terintegrasi dengan SmartJekulo. Bupati memberikan apresiasi dengan sistem ini. Karena ini berbasis teknologi informasi digital secara online.
 
 
"Maka, sekarang semuanya tidak boleh lagi ada yang gaptek," pintanya.
 
 
Inovasi yang dilakukan desa dan kecamatan ini masuk dalam frame besar Kudus cybercity. Yaitu dengan dibuktikannya dengan aplikasi Menara, K-119, serta Sipintar untuk kemudahan masyarakat dan para siswa.
 
 
Kepala Desa Bulungcangkring Muhammad Husnan mengaku senang adanya kemudahan dari bupati. Dirinya akan mengoptimalkan inovasi ini. Termasuk program desa pandai OJK yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan yang dimulai sejak dini.
 
 
"Kami punya perpustakaan digital dan gerakan menabung untuk para siswa," kata Kades.(*)