H. Musthofa : Tradisi Sewu Kupat Sebagai Wujud Syukur dan Hormat Kanjeng Sunan Muria

 03-07-2017 09:08 WIB by Admin  559x    News
kudusnews.com , KUDUS - Tradisi tahunan saat lebaran ketupat ini yang diselenggarakan di Lereng Gunung Muria tepatnya di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, Minggu (2/7) berlangsung meriah. Terdapat kurang lebih 21 gunungan ketupat, lepet dan juga hasil bumi lainnya diarak. Setiap desa mengirim satu gunungan dan empat buah gunungan utama merupakan persembahan khusus dari warga Desa Colo.
 
Tradisi Sewu Kupat yang digelar setiap tanggal 8 Syawal sebagai wujud rasa syukur atas limpahan berkah dari Allah SWT dan juga bentuk hormat kepada Kanjeng Sunan Muria.
 
Bupati Kudus Musthofa menyebut pelaksanaan sewu kupat tahun ini semakin bagus karena sajian yang semakin lemgkap dan variasi. Gunungan tersebut di doakan oleh ulama dan juga sesepuh setempat untuk selanjutnya di arak menuju Taman Ria Colo.
 
"Kami bersama para penggagas sewu kupat inilah yang memunculkan tradisi ini. Bersama saya, di tangan merekalah kreativitas tradisi ini lahir," kata Bupati Kudus sebagai penggagas sewu kupat yang namanya tercatat pada sebuah batu prasasti tentang tradisi ini. Lanjut dia, kekayaan alam dan budaya tentu butuh kesadaran semua pihak untuk melestarikan dan mengembangkannya.
 
Musthofa berharap, potensi dan budaya yang ada di Kudus/Muria ini dapat dikenal luas. Dari Kudus menuju Indonesia untuk menguasai dunia.
 
Sebagai wujud pelestarian budaya di Muria ini, Bupati Kudus menyerahkan buku ‘Mitologi Ritual di Kaki Muria’ pada Dinas Dikpora dan berbagai sekolah. “Saya berharap anak-anak bisa menghargai budaya sebagai potensi keberkahan dan ritual yang tidak boleh dilupakan dan harus dilestarikan.”, imbuhnya.
 
“Terima kasih semua pihak. Sewu kupat dengan makna jamak tentang kebersamaan ini harus tetap dilestarikan sampai kapanpun,” pungkasnya yang berharap Muria dan Kudus ini menjadi pusat hadirnya para wisatawan dari berbagai daerah.