Santri Bershalawat di alun-alun Simpang Tujuh

 24-10-2017 16:10 WIB by Admin  132x    News
KH. Maemun Zuber dan Musthofa bersolawat bersama Ribuan Masyarakat


KH. Maemun Zubair bersama H. Musthofa bersama-sama dengan ribuan santri mengikuti acara Santri Bershalawat di alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Senin (23/10/2017) - (foto by Rochizio)

 
 
KUDUSNEWS.COM, KUDUS - Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2017 di Kudus masih berlanjut. Yakni dengan digelarnya Santri Bersholawat yang berlangsung di Simpang Tujuh, Kudus, Senin (23/10). Acara yang diwarnai guyuran hujan ini tidak menyurutkan semangat ribuan  santri mengikuti acara hingga usai.
 
Acara ini terasa sangat istimewa. Pasalnya Bupati Kudus H. Musthofa bersama forkopinda hadir bersama KH. Maemoen Zubair pengasuh ponpes Al Anwar Rembang, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dari Pekalongan, serta sejumlah kiai dan alim ulama serta perwakilan berbagai unsur masyarakat.
 
KH. Ulil Albab Arwani Rois syuriah PCNU Kudus bahwa acara malam itu bertujuan agar Negara selalu diberikan selamat aman, damai, dan sejahtera. Dikatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah  berkat perjuangan para ulama yang dipelopori oleh Al mukarom KH. Hasyim Asy’ari yang telah mencetuskan resolusi jihad untuk melawan penjajah.
 
”NKRI harga mati untuk itu para santri harus cerdas dan berjuang untuk tegaknya NKRI dan harus membela negara tercinta ini,” pesan KH Ulil Albab ini.
 
Sementara itu Mauidhoh yang disampaikan KH. Maimun Zubair menyampaikan bahwa santri adalah penerus bangsa. Untuk itu teknologi harus dikuasai dengan baik untuk mengikuti perkembangan. Termasuk sinergi yang baik harus dijalin dengan berbagai pihak meski berkeyakinan lain.
 
”Inilah ajaran Nabi Muhammad SAW. Kita semua harus menjaga hubungan dan kerja sama yang positif dengan siapapun demi kemajuan bangsa ini,” tuturnya.
 
Sedangkan untuk pilar kekuatan bangsa, Mbah Moen menegaskan bahwa santri harus berpegang pada 4 pilar kebangsaan. Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
 
”Santri harus ikut para kiai dan setia pada NKRI sampai mati,” pesannya.
 
Bupati Kudus H. Musthofa berpesan agar santri menjadi santri yang kekinian. Yakni paham mengenai segala perubahan dan menjawabnya dengan berbagai kreasi dan inovasi untuk kemajuan bersama. Salah satunya adalah entrepreneurship.
 
”Jadilah santri yang kekinian di era globalisasi ini yang harus bisa menjawab tantangan zaman. Dan yang hadir di sini semua adalah satrio. Yang tetap bersemangat meski diguyur hujan masih tidak tergoyahkan,” pesan Bupati.
 
Malam itu, Bupati ingin menegaskan bahwa Kudus adalah kota santri, kota ngaji, dan kota religi. Filosofi Gusjigang di Kudus ini hendaknya bisa termaknai dan terimplementasi dengan baik sebagai upaya menuju kesejahteraan bersama dalam bingkai besar bangsa kita yakni NKRI.(*)