Musthofa, Bupati yang Tawadu pada Ulama

 05-12-2017 13:28 WIB by Admin  427x    News

KUDUSNEWS.COM, Kudus - Ulama dan Umaro (pemerintah) adalah dua unsur yang tidak terpisah. Kedua berperan penting dalam menjaga keutuhan bangsa dalam membangun dan menjaga NKRI. 
 
 
Sudah menjadi rahasia umum bila Bupati Kudus H. Musthofa seorang kepala daerah yang sangat dekat dengan ulama. Bahkan lebih dari itu, Bupati dua periode ini sangat tawadu kepada ulama.
 
 
Dalam berbagai kegiatan di Kudus, Musthofa sangat memposisikan keberadaan ulama. Di antaranya beberapa kali KH. Maemun Zubair asal Rembang tampil bersama bupati. 
 
 
Pengasuh ponpes Al-Anwar Sarang, Rembang ini banyak memberi petuah kepada umat pada umumnya dan bupati dan jajarannya pada khususnya sebagai umaro. 
 
 
Misalnya dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menyongsong pilkada 2018, di Kudus yang juga dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirana, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning dan jajaran forkopinda beberapa hari lalu.
 
 
Mbah Mun panggilan akrab KH Maemun Zubair mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan bangsa. "Empat pilar kebangsaan harus dipegang secara kuat. Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI," pesannya.
 
 
Ketawadu'an Musthofa kepada ulama sudah dilakukan jauh sebelum menjabat sebagai Bupati. Karena sejak kecil sudah ditempa dengan pendidikan agama, baik pendidikan sekolah formal maupun informal. Diawali dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Khoiriyah desa Getas Pejaten Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Sehingga tidak mengherankan apabila Musthofa meskipun berorganisasi politik nasionalis, tetapi sangat religius.
 
 
 
Bahkan dalam setiap kunjungan kerja di luar Kudus, Musthofa selalu menyempatkan sowan ke ulama daerah yang dikunjunginya tersebut. Di antaranya saat kunjungan kerja di Wonosobo, Musthofa secara khusus meluangkan waktu sowan ke kediaman Ketua PCNU Wonosobo, KH. Ahmad Shiddiq yang juga pengasuh ponpes Tahfidz Safinatunnajah Kalibeber, Wonosobo.
 
 
Begitu juga saat kunjungan kerja di Purbalingga, Musthofa bersilaturahmi ke Rois Syuriyah PCNU Purbalingga KH Ahmadi Nurcholish. Di tempat ini Musthofa mendapat banyak petuah yang sangat universilal, seperti soal kesabaran dan keteladanan sebagai seorang pemimpin.
 
 
Selain itu, Musthofa juga selalu menjaga silaturahmi dengan ulama lainnya, seperti KH Musman Tholib dari Muhammadiyah. Juga dekat dengan KH Prof. Rofiq Anwar dari UIN Walisongo Semarang dan lainnya. Termasuk dekat dengan Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji yang pernah bersama-sama menjadi anggota DPRD Jateng.
 
 
Sedangkan di Kudus, Musthofa sangat dekat dengan seluruh kiai dan ulama, seperti kiai kharismatik KH Syaroni Ahmadi. Serta para kiai lainnya diantaranya KH. Ulil Albab Arwani, KH. Mustamir, alm. KH. M. Syafiq Naschan, alm. KH. Ma'ruf Irsyad, KH. Masruchin (Imam Masjid Agung Kudus)  Begitu pula dengan Ketua MUI KH. Ahmad Hamdani, Lc.
 
 
*Khotib Sholat Jumat*
 
 
Sedangkan dengan para kiai pengasuh musala dan masjid yang ada di kampung-kampung, kedekatan Musthofa sudah tidak bisa diragukan lagi. Dengan program jumatan bersama, Musthofa berjamaah di masjid desa di seluruh pelosok Kudus. Kadang Musthofa jadi jamaah, tetapi sekali waktu Musthofa juga menjadi khotib salat jumat.
 
 
Meski pun sangat tawadlu' dengan para ulama, Musthofa juga tidak melupakan tokoh agama lainnya. Dalam berbagai kegiatan resmi pemerintahan Tokoh lintas agama sering diundang semua di pendopo Kabupaten Kudus. Sehingga spirit Sunan Kudus yang mengajar harmonisasi toleransi beragama benar-benar terasa.(*)