30 OPD Siap Ramaikan Pamerkan Inovasi Layanan Daerah

 19-12-2017 08:43 WIB by Admin  431x    News
KUDUS, kudusnews.comKeberhasilan Pemkab Kudus dalam melakukan inovasi dalam pelayanan publik akan bisa disaksikan masyarakat secara umum dalam pameran inovasi daerah yang akan digelar di halaman pendapa kabupaten Kudus pada 21-22 Desember 2017. Dalam kegiatan tersebut, akan ditampilkan sejumlah layanan publik yang menjadi andalan Pemkab Kudus.
 
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kudus, Agung Karyanto menyebutkan  pameran inovasi daerah tersebut akan diikuti oleh 30 OPD maupun instansi. Tak hanya Organisasi Perangkat Daerah, sejumlah instansi vertikal dipastikan juga akan memeriahkan pameran tersebut.
 
Khusus untuk OPD, sejumlah inovasi layanan yang akan ditampilkan diantaranya layanan Adminduk dari Disdukcapil, layanan kesehatan gratis baik dari Dinas Kesehatan dan RSUD dr Loekmonohadi, pelayanan perpustakaan,  layanan perizinan, serta sejumlah layanan lain. 
 
Sejumlah inovasi dari OPD tersebut di antaranya aplikasi K-119 untuk kegawatdaruratan bidang kesehatan, aplikasi Menara (menjaga amanah rakyat) untuk kemudahan layanan publik, dan Sipintar (sistem informasi pendidikan nusantara) sebagai jembatan komunikasi antara guru/sekolah dengan siswa, serta orang tua/wali.
 
”Dengan Sipintar, orang tua/wali murid bisa mendapat kenyamanan dan kepastian mengenai kondisi pembelajaran bagi anaknya,” kata Musthofa pada Musrenbangwil se-Eks Karesidenan Pati itu.
 
Aplikasi Menara digunakan untuk memberikan penilaian kinerja bagi organisasi perangkat daerah (OPD).
 
Sementara, untuk pelayanan dari instansi vertikal yang akan ditampilkan diantaranya pelayanan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, donor darah, layanan kartu pencari kerja, layanan SIM Online, Samsat terpadu dan lain sebagainya.
 
”Jadi, pameran inovasi pelayanan daerah ini sebagai bukti komitmen Bupati Kudus dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadi, melalui pameran ini seluruh OPD maupun instansi penyelenggara layanan publik bisa menampilkan karya-karya terbaiknya,” tandasnya.
 
Lebih lanjut, menurut Agung Karyanto, peningkatan pelayanan publik saat ini memang menjadi fokus kerja pemerintahan Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Layanan publik harus menekankan pentingnya perbaikan dan kualitas layanan. Ini untuk mencapai target agar tingkat kemudahan berusaha(easy of doing business/EODB) Indonesia bisa menembus peringkat 40 dunia.
 
Selain pameran inovasi layanan daerah, dalam kesempatan tersebut juga akan diluncurkan Command Center serta Desa Cerdas. Command Center merupakan program dari Dinas Komunikasi dan Informatika dimana seluruh pusat informasi dan pelayanan Pemkab Kudus akan bisa dipantau melalui sarana tersebut.
 
Semua pelayanan keluhan masyarakat pun akan tertangani dengan baik yang terkoneksi dengan aplikasi MENARA (MenjagaAmanah Rakyat) yang dapat didownload secara gratis di playstore. Di command center juga disediakan display CCTV yang dapat memantau seluruh sudut wilayah Kota Kudus melalui layar lebar dan display produk UKM warga untuk memperkenalkan produk asli masyarakat Kudus.
 
 
Sedang Gerakan Desa Cerdas merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Bupati Kudus H  Musthofa untuk mewujudkan impian besar “Kudus menjadi Paku Buminya Pendidikan di Indonesia”. Model dan Gerakan Desa Cerdas kedepan akan diduplikasikan keseluruh desa di wilayah Kabupaten Kudus. Cita – cita inilah yang akan menjadi peninggalan sejarah dan paling berharga bagi masyarakat Kudus dari Bupati dua periode ini, yaitu investasi sumber daya manusia
 
Sementara, Bupati Kudus H Musthofa mengungkapkan, di era kepemimpinannya, dirinya memang mendorong seluruh OPD untuk berlomba melakukan inovasi dalam pelayanan publik. Alhasil, inovasi tiada henti dari seluruh OPD yang ada tersebut mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri. 
 
”Ya ini tentu kerja keras semua OPD yang ada. Saya memang meminta seluruh OPD untuk terus berinovasi memberikan layanan terbaik pada masyarakat,” kata Bupati.
 
Meski demikian, Bupati meminta seluruh OPD penyelenggara layanan publik untuk tidak berhenti pada titik ini saja. Musthofa meminta agar  semua layanan terus ditingkatkan meski nantinya dirinya tidak menjabat lagi sebagai bupati. ”Saya berharap ini layanan publik yang optimal ini menjadi tinggalan saya yang akan dikenang seluruh masyarakat,” tandasnya. (*)