Bupati Kudus: Jabatan Bukan Buat Gaya-gayan

 19-01-2018 09:56 WIB by Admin  438x    News

KudusNews.com,KUDUS-Amanah adalah titipan sederhana yang memiliki seribu makna. Oleh karenanya, jangan disia-siakan, jangan dianggap enteng, dan jagalah amanah itu sebaik-baiknya. Terutama yang memiliki amanah sebagai pemimpin bagi masyarakat.-Amanah adalah titipan sederhana yang memiliki seribu makna. Oleh karenanya, jangan disia-siakan, jangan dianggap enteng, dan jagalah amanah itu sebaik-baiknya. Terutama yang memiliki amanah sebagai pemimpin bagi masyarakat.
 
 
Itulah yang dipesankan Bupati Kudus H. Musthofa saat pembinaan wilayah di Dawe dan Bae, Kamis (18/1). Kegiatan ini diikuti sebelas kepala desa, tenaga pendidikan, serta tenaga kesehatan. Dengan dihadiri pejabat utama Pemkab Kudus dan ATR/BPN.
 
 
Bupati berpesan tentang pentingnya menjaga amanah ini terutama bagi kepala desa serta kepala UPT (kesehatan dan pendidikan) serta kepala sekolah. Karena betapa pentingnya peran mereka dalam melayani masyarakat.
 
 
"Bangsa ini, daerah ini, tidak akan maju jika tidak memiliki fondasi pendidikan yang baik. Namun semuanya butuh sebuah kondisi yang sehat. Inilah pentingnya sinergi semua elemen pemerintahan," kata Bupati dua periode itu.
 
 
Lebih lanjut bupati menegaskan bahwa maju dan berhasilnya sebuah desa dan daerah, akan terwujud jika telah terpenuhi beberapa indikator. Yaitu tingkat ekonomi yang disertai menurunnya angka kemiskinan, berikutnya adalah pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur yang baik.
 
 
Di sini bukan hanya membutuhkan intelektualitas. Namun butuh adanya integritas dan moral yang baik. Maka seorang pemimpin harus dibekali dengan pembangunan moral yang baik, salah satunya pesan Bupati yang disampaikan melalui pembinaan ini.
 
 
"Saya telah pesan secara tertulis melalui berbagai kebijakan yang saya tuangkan dalam regulasi dan surat. Bahkan secara lisan pun saya lakukan tatap muka untuk memberikan pesan secara lisan," terang Bupati pagi itu.
 
 
Tujuan akhir, Bupati hanya ingin mengakhiri jabatannya secara baik. Masyarakat puas dan bahagia selama kepemimpinannya, serta seluruh jajarannya selamat dan tidak berpersoalan hukum.
 
 
"Hidup ini pilihan. Mau selamat atau tidak, kita sendiri yang menentukan. Tentunya, pilihan baik tetap dinantikan seluruh masyarakat dalam pelayanan," pungkasnya.(*)