Perubahan TV Analog ke Digital, Menko Polhukam Tegaskan Untuk Kemajuan Bangsa

 09-03-2018 18:05 WIB by Admin  232x    News

kudusnews.com, Semarang – Indonesia harus mampu mengikuti perkembangan global. Salah satunya adalah terkait perubahan televisi (TV) analog menjadi digital. “Ini penting untuk kemajuan Indonesia,” tegas Menko Polhukam seusai membuka Forum Koordinasi dan Konsultasi (FKK) “Migrasi TV Analog ke TV Digital” di Hotel Crowne, Semarang, Kamis (8/3).

Disebutnya, perubahan analog ke digital merupakan perubahan yang tidak terelakkan dan harus diikuti, jika bangsa kita tak ingin tertinggal oleh bangsa lain. Hal ini sudah menjadi bahasan secara global, bahkan telah ada kesepakatan internasional tentang perubahan dari TV analog ke digital yang harus diselesaikan pada Juni 2015.

"Sudah 85 persen negara-negara di dunia, yang tentunya memiliki televisi sudah mengubah dari analog ke digital. Kita belum, berarti kita ketinggalan,” ujarnya. Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh stakeholder yang terkait untuk mempercepat perubahan ini, termasuk mempercepat muncul revisi undang-undang yang sekarang ada. “Saat ini, UU Penyiaran yang sekarang masih digodok di DPR," jelasnya.

Oleh karenanya, pada kesempatan tersebut dirinya juga meminta kepada semua yang hadir untuk membicarakan hal tersebut, memberi masukan ke DPR, agar perubahan tersebut dapat segera terwujud.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur yang diwakili Asisten Administrasi Sekda Provinsi Jawa Tengah Budi Wibowo menyebutkan bahwa sejak tahun 2015, Indonesia sudah memulai program migrasi TV analog ke TV digital. “Hal ini pun telah kita persiapkan sejak lama, hampir 13 tahun,” sebutnya.

Ditambahkannya, meski dalam masa transisi (simulcast), kegiatan penyiaran oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) dan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) tidak akan terganggu. Bahkan LPP dan LPS yang sudah beroperasi, memiliki prioritas awal untuk bersiaran digital.

Radio Suara Kudus, adalah satu dari stasiun radio yang ikut hadir pada kesempatan tersebut. Sebagai Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) yang dimiliki oleh Pemkab Kudus, Radio Suara Kudus hadir bersama LPPL lain se Jawa Tengah, RRI dan TVRI, Diskominfo dan KPID.