Budidaya Lele Jadi Potensi Unggulan Desa Dersalam

 14-03-2018 11:20 WIB by Admin  225x    News

BAE-Desa Dersalam ditunjuk mewakili Kecamatan Bae mengikuti lomba desa tingkat kabupaten. Desa tersebut memiliki potensi yang tidak dimiliki desa lain. Salah satunya budidaya ikan lele. Hal itulah yang menjadi unggulan desa tersebut untuk penilaian lomba desa.

Kades Dersalam Setya Gunawan Wahab Wahib mengatakan, desanya sengaja ditunj uk pihak kecamatan karena memiliki potensi yang bisa menjadi andalan. Salah satunya budidaya ikan lele. "Di desa kami memiliki berbagai macam UMKM. Seperti bibit lele, percetakan, konveksi, pengrajin mebel, dan lain sebagainya. Untuk budidaya lele memang sangat potensional, tersebar di semua RW," ucapnya.

Selain produk UMKM, pihaknya juga sudah memanfaatkan media online untuk berbisnis, memiliki perpustakaan manual dan digital, serta memanfaatkan aplikasi Si Mamad (Sistem Informasi Manajemen Administrasi Desa), aplikasi Menara (Menjaga Amanah Rakyat) dan SPGDT (Sistem Penanganan Kegawatan Daruratan Terpadu Kabupaten Kudus). Hal itu dilakukan untuk mendukung progam Kudus Cyber City.

"Alhamdulillah Desa Dersalam mendapatkan nilai baik. Meskipun masih banyakyangperlu dibenahi lagi. Semua ini berkat dukungan semua masyarakat Desa Dersalam. Utamanya yang telah kerja sama ikut menyukseskan lomba desa ini. Ke depan, kami harap Desa Dersalam bisa semakin maju di semua bidang," papamya. Di Desa Dersalam sendiri, memiliki jumlah penduduk sekitar 7.500 jiwa, dengan 23 RT dan 5 RW. LOMBA DESA: Bupati Musthofa didampingi Kades Dersalam Setya Gunawan W.W. mengikuti lomba desa tingkat kabupaten kemarin.

Agus Supriyadi, ketua panitia lomba desa setempat mengatakan, aspek penilaian lomba desa meliputi berbagai bidang. Di antaranya, administrasi, pendidikan, kesehatan, pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, ekonomi, keamanan dan ketertiban masyarakat, serta partisipasi warga. "Untuk penilaian pos kesehatan kami tempatkan di RW 2. Pos keamanan dan ketertiban masyarakat di RW 5. Sedangkan untuk RW 1,3, dan RW 4 fokus di ekspo UMKM," imbuhnya.

Mengenai penilaian lomba desa, Bupati Kudus meminta tim penilai untuk menilai secara objektif dengan berbagai melihat potensi yang ada. "Ketika melihat sesuatu, harus dilihat apa potensi berkelanjutan dibalik semuanya, dan bukan sebatas formalitas," ujar Bupati Musthofa. Desa Dersalam merupakan desa pertama dari rangkaian penilaian Lomba Desa Kabupaten Kudus 2018. (ela/lil)
 
Sumber : Radar Kudus