Renovasi Tunggu Uji Laboratorium

 14-03-2018 11:33 WIB by Admin  160x    News
JATI- Tahap Akhir Uji beton dibangunan kudus plaza sudah dilakukan TIM dinas pekerjaan umum dan penataan ruang ( PUPR) Meskipun sudah mengumpulkan sejumlah temuan, tetapi pada akhirnya kesimpulan akhir soal kekuatan bangunan setelah kebakaran ditentukan hasil uji laboratorium.

Kadinas PUPR Sam'ani Intakoris mengemukakan hal tersebut kepada Suara Merdeka, Selasa (13/3). Lebih lanjut dia menyatakan, material yang akan diuji sesuai rencanaakan ke laboratorium milik salah satu perguruan tinggi. Kajian Kekuatan Kudus Plaza JATI Tahap akhir uji beton di bangunan Kudus Plaza sudah dilakukan Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, kemungkinan besar PUPR akan menggandeng Unissula Semarang. "Sampel material akan kami uji di laboratorium segera," katanya.

Terkait temuan selama tim berada di lokasi bangunan yang terbakar, ditemui fakta-fakta bahwa adanya retakan di sebelah utara bangunan lantai dua. Selain itu, baja-baja yang ada di dalamnya, sekitar 75 persen sudah rusak berat.

Diakuinya, upaya untuk merenovasi bangunan tetap dimungkinkan dengan kondisi tersebut. Pertimbangan, Hanya saj'a, pihaknya mempertimbangkan biayayangdiperlukan kemungkinan mendekati alokasi untuk pembangunan ulang. Padahal, untuk pembangunan ulang dipastikan akan menghasilkan kekuatan konstruksi yang lebih baik.

Jadi, pihaknya menyarankan dengan berbagai pertimbangan tersebut agar dapat dibongk'ar ulang. Sekali lagi, hal itu hanya merupakan saran dengan pertimbangan kekuatan konstruksi terkini dan perkiraan biaya. Juga, hasil uji laboratorium yang akan memperkuat kajian mengenai kekuatan konstruksi. Apa pun hasil uji laboratorium dan juga kajian dengan mempertimbangkan kajian di lapangan akan disampaikan kepada penentu kebijakan di Pemkab Kudus.
"Kami hanya memberikan saran-saran serta kajian dari sisi teknis saja," ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Ongkoseno Grandiarso Sukahar. ketika dikonlirmasi hasil Labfor menyatakan belum turun.
Proses pengkajian penyebab kebakaran masih dilakukan hinggasaatini.(H8-52).Mengenai penilaian lomba desa, Bupati Kudus meminta tim penilai untuk menilai secara objektif dengan berbagai melihat potensi yang ada.

"Ketika melihat sesuatu, harus dilihat apa potensi berkelanjutan dibalik semuanya, dan bukan sebatas formalitas," ujar Bupati Musthofa. Desa Dersalam merupakan desa pertama dari rangkaian penilaian Lomba Desa Kabupaten Kudus 2018. (ela/lil)

Sumber : Suara Muria