Warga Getassrabi Hadiahi Bupati Buku

 04-04-2018 07:23 WIB by Admin  192x    News

KUDUS- Lomba Desa di Getassrabi pada Selasa (3/4) diwarnai hadiah unik dari warga yang berprestasi untuk Bupati Kudus, H. Musthofa. Ada
lukisan karikatur pemenang lomba karikatur internasinal tahun 2017, dan buku Jejak Ulama Nusantara. H. Musthofa mengaku senang karena
selama menjabat jadi Bupati baru pertama kali diberi cinderamata sebuah buku.
 
 
Buku yang diberikan berisi kisah-kisah ulama di berbagai kota. Salah satunya mengenai asal usul Desa Getassrabi. Kisah tersebut ditulis
langsung oleh Zainal Arifin, warga setempat. Nantinya, buku ini juga akan ditaruh di perpustakaan sekolah-sekolah Desa Getasrabi dan perpustakaan pemerintah desa. H. “Saya senang karena ini pasti ditulis oleh orang yang paham kultur/budaya setempat,” ujar H. Musthofa dalam
sambutannya.
 
Tak hanya pengarang buku, ada pelukis karikatur Abdul Arif yang memenangkan “5th KalDer Bursa International Cartoon Contest, Turkey”
tahun 2017. Ia juga menyumbangkan karyanya untuk diberikan kepada H.Musthofa.
 
Diakui Bupati, warga Desa Getassrabi memiliki banyak orang terpelajar. “Bahkan, MC-nya saja sudah S2, baru kali ini saya jadi Bupati yang
nge-MC lulusan S2,” selorohnya disambut tawa para hadirin.
 
Menurut H. Musthofa, ini tak lepas dari peran Kepala Desa Getassrabi, H. Badrus, yang sangat percaya diri memaparkan keadaan desanya. Walaupun bukan dari kalangan birokrasi, H. Badrus yang seorang pengusaha sudah cakap dalam menjabarkan SDM Getassrabi. “Karena kepala desa yang dari pengusaha punya  nilai lebih dalam manajemen organisasi,” ujarnya.
 
H. Badrus menjelaskaj bahwa desanya mempunyai banyak ahli. Termasuk peraih gelar doctor mengenai tafsir Al-Qur’an di luar negeri Pendidikan, dan Sekretaris PP Muhammadiyah Pusat, Abdul Mu’ti yang menghabiskan masa kecilnya di Desa Getassrabi. “Ada juga S1 Matematika lulusan Amerika,”ujarnya bangga.
 
Namun, kendala mengenai koordinasi antar sosok terpelajar yang ada di Getassrabi inilah yang masih perlu ditingkatkan. Dirinya ingin mengumpulkannya dan diajak membangun desa. “Saya ingin agar desa ini mempunyai ciri khas yang lain dari yang lain, makanya saya punya keinginan untuk mengumpulkan warga yang sudah sarjana maupun bergelar doktor,”ungkapnya
 
Tak hanya potensi SDM nya, Desa Getassrabi juga membangun Posyandu yang tak hanya untuk bayi, tapi juga untuk lansia. Pun juga home industry, ada konveksi, maupun kuliner yang sudah dipasarkan hingga luar Kudus. Salah satunya Fitri (28), pengusaha coklat yang sudah memasarkan produknya hingga ke Jawa Barat, Jakarta, Bali, dan Madura. Coklat yang dijualnya secara online ini bermacam-macam. Mulai dari coklat box, coklat karakter, maupun coklat ucapan. Ia mengaku senang Getassrabi mengikuti Lomba Desa. “Senang karena bisa sekalian memperkenalkan masyarakat sekitar sini dengan produk saya,” ujarnya.