AIPI : Politisi Bermoral Baik jadi PR Besarnya

 10-04-2018 09:30 WIB by Admin  170x    News

Kudus - Pengurus Cabang Asosiasi Ilmu Politik (AIPI) Semarang mempunyai pekerjaan rumah (PR) besar yakni melahirkan politisi bermoral baik. Mengingat saat ini, politisi yang ada, sebagian masih kurang memedulikan moralitas dan etika. Padahal itu penting untuk kemajuan politik di negara ini.
Ketua Umum Pengurus Cabang AIPI Semarang Nur Hidayat Sardini mengatakan, pihaknya melihat AIPI saat ini punya PR agar bisa melahirkan politisi dengan moral yang baik. 
 
"Politisi sebagian sudah bagus. Tapi ada juga politisi yang masih kurang memperhatikanmoralitas, dan etika. Itu jadi PR besar kami," kata Hidayat dalam pembukaan Rapat Kerja Pengurus Cabang AIPI Semarang periode 2018-2022  di Graha Muria, Kudus, Jumat (6/4/2018) malam.
Mengingat pihaknya memang mempunyai keilmuan yang mendukung untuk melahirkan politisi yang lebih bermoral. Diakuinya, AIPI mempunyai anggota dengan disiplin ilmu yang mumpuni. 

Bahkan, hampir lebih dari separuh anggotanya adalah para akademisi dengan keilmuan politik yang baik. Seperti para akademisi, peneliti, praktisi, dosen, jurnalis dengan ilmu pemerintah, hingga mereka dengan pengetahuan ilmu Hubungan Internasional.
Jadi, sudah seharusnya AIPI berkontribusi sesuai kemampuan yang dimiliki. Makanya, pada rapat kerja ini, pihaknya juga akan membahas hal itu. "Termasuk juga nantinya, AIPI akan menyelenggarakan kegiatan pelatihan politisi seperti kepada legislatif, atau pihak penyelenggara pemerintahan juga dan yang terkait lainnya. Itu akan kami tempuh," ujarnya.

Pihaknya merumuskan identifikasi masalah. Serta merancang pelatihan, pemberdayaan masyarakat ke depannya pada rapat kerja kali ini. Dia juga melihat hal itu akan berguna untuk meningkatkan iklim politik yang sehat dan juga meningkatnya keterlibatan elemen masyarakat.
Dia menuturkan sebuah demokrasi terlihat berjalan bagus manakala ada keterlibatan tiga elemen penting. Yaitu negara, dunia usaha, dan elemen masyarakat. "Yang terakhir ini masih kurang. Lihat saja Pilgub Jateng. Tak seramai pilgub di provinsi tetangga. Keterlibatan civil society (masyarakat) masih rendah," ungkapnya.

Dewan Penasihat AIPI Semarang Musthofa berharap AIPI mampu merekomendasikan dan melatih politisi yang berkarakter. "Tentunya politisi bermoral baik. Dengan kerja yang baik. AIPI adalah rumah besar yang mewadahi itu semua," kata Musthofa yang juga Bupati Kudus ini.