Indeks Kepuasan Pelayanan KPPBC Nyaris Sempurna

 12-04-2018 15:24 WIB by Admin  162x    News

KOTA-Mengalami kenaikan tarif cukai sekitar 10,4 persen, tak membuat pabrik rokok (PR) di Kudus panik. Terbukti puluhan PR masih beroperasi. Bahkan kepatuhan pengguna jasa mencapai 100 persen dari target 80 persen.

Hal ini berpengaruh dengan indeks kepuasaan pelayanan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang cukup nyaris sempurna. 
Sekitar 4,56 dari skala 5,00. Untuk mengapreasi kepatuhan pengguna jasa itu, KPPBC Cukai Kudus mengundang puluhan perusahaan rokok untuk berdiskusi. Diskusinya tentang penerimaan, pengawasan, kepatuhan pengguna jasa, hingga pelayanan. Harapannya tahun ini dapat nilai yang memuaskan.

Kepala KPPBC Cukai Kudus Iman Prayitno memaparkan, tahun ini penerimaan cukai mencapai 100,1 persen. Untuk pengawasan mencapai angka 83 persen dari yang ditargetkan 70 persen. Kemudian untuk kepatuhan mencapai 100 persen dan indeks kepuasan atau pelayanan mencapai 4.55. "Ini pencapaianyang sangat baik," ujamya.

dia mengatakan, tahun lalu target penerimaan cukai sebanyak Rp 36 triliun. Namun hanya teralisasi hanya Rp 34 triliun. Sedangkan tahun ini penerimaan cukai mencapai Rp 37 triliun. "Seperti tahun sebelumnya, target penerimaan memang selalu dinaikkan," terangnya.

Kendati tahun lalu tidak sesuai perkiraan, Iman tetap optimistis mencapai target. Karena menurut perhitungan jika produksi pabrik rokok masih banyak, tentu pendapatan akan terus bertambah. Iman mengaku, akan berupaya optimal baik dalam pelayanan maupun pengawasan.

Sebab faktor dominan dalam penurunan capaian target adalah rokok ilegal. Maka bea cukai berupaya meningkatkan pemberantasan rokok ilegal. "Tahun ini, kami banyak menggagalkan pengiriman rokok ilegal. Selain itu kami juga menemukan gudang penimbun rokok ilegal. Jadi hingga bulan ini, kami sudah ada sekitar Rp 1,3 miliar," jelasnya.


Tak hanya itu, penerimaan terbanyak juga berasal dari cukai. Untuk itu pihaknya mengapreasi pengusaha rokok yang taat dan patuh dengan ketentuan yang ada. "Untuk mengapreasi pengusaha, maka kami beri penghargaan kepada perusahaan yang patuh," imbuhnya. (mal/lil) 

sumber : radar kudus