Penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Jadi Kado Kudus di Hari Otonomi Daerah

 25-04-2018 11:40 WIB by Admin  90x    News

KUDUS – Kinerja Kabupaten Kudus yang sangat baik selama tiga tahun berturut-turut diapresiasi Presiden. Ini diwujudkan dengan dianugerahinya Kudus dengan penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha, yang akan diberikan Presiden pada siang ini (25/4) bertepatan pada hari Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-22 di Jakarta. Hal ini disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah, Drs Sudjatmiko, M.Pd, saat menjadi inspektur upacara di halaman Kantor Bupati Kabupaten Kudus.
 
Dalam sambutannya pula, ia menyatakan bahwa otonomi daerah saat ini berada di usia yang sudah cukup banyak menyemai manfaat dan kebaikan bagi seluruh rakyat. Sudah cukup dewasa untuk menyadari bahwa cara utama yang paling efektif mewujudkan kesejahteraan rakyat yakni melalui penyelenggaraan otonomi daerah yang yang bersih dan demokratis. “Penyelenggaraaan ini tak hanya mengharuskan daerah-daerah menjalankan wewenang otonomi daerah berlandaskan UU berlaku, tapi juga menjadikan transparansi dan partisipasi publik sebagai tolak ukur utama pengambilan kebijakan,” ujarnya. 
 
Untuk mewujudkannya, ada beberapa hal juga yang menjadi terobosan pemerintah pusat. Salah satunya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan, Pemerintah Daerah. 
 
Meskipun begitu, Sudjatmiko menyatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Sehingga, ada tiga hal yang paling tidak dipegang oleh para ASN. Pertama mengenai integritas dan profesionalisme, lalu komintmen mewujudkan tata kelola yang baik dan terakhir peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 
Dalam kesempatan ini, Sudjatmiko juga mengingatkan ada dua event besar yang akan terjadi di Indonesia pada 2018. Yang pertama adalah Pilkada Serentak 2018 pada 27 Juni nanti. “Saya harap semua ASN untuk bisa menjaga netralitasnya,” ujarnya. Lalu pagelaran Asian Games ke-18 pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang. 
 
Terakhir, ia menyatakan agar Peringatan Hari Otonomi Daerah ini tak hanya sebagai seremoni belaka. “Jadikan ini momentum untuk mengevaluasi sejauh mana penyelenggaraan otonomi daerah bermuara kepada masyarakat Indonesia,” tutupnya.