Adu Program dan Argumen, Kelima Paslon Ikuti Debat Cabup Cawabup Kudus

 12-05-2018 09:25 WIB by Admin  150x    News

KUDUS – Debat cabup cawabup Kudus berlangsung seru. Kelima paslon yang hadir beradu program dan argumen dalam debat terbuka yang diadakan oleh KPU Kudus pada Jum’at (12/5) malam di hall Hotel Griptha. 
 
Ada beberapa isu yang dibahas dalam debat yang berlangsung selama dua jam ini. Yakni mengenai ekonomi, pendidikan, kesehatan, korupsi, IT, mewujudkan visi misi Kudus, pemberantasan korupsi, penanganan banjir serta bahasan mengenai tata ruang Kota Kudus.
 
Salah satunya adalah penggunaan IT yang bijak dan bermanfaat untuk masyarakat. Paslon nomor urut satu, Masan - Noor Yasin, menjabarkan mengenai pengggunaan teknologi yang berfungsi sebagai pelayanan publik. “Seperti untuk pengaduan yang bisa mengadukan mengenai tindakan korupsi, maupun unit gawat darurat yang bisa diakses selama 24 jam,” jelas Masan.
 
Sementara cara paslon nomor urut dua, Nor Hartoyo-Junaidi, mewujudkan pemerintah bebas korupsi dengan supremasi hukum. Pencegahan menjadi fokusnya, contohnya dengan pemahaman hukum dan HAM. “Saya berjanji bekerja 70 persen di lapangan, 30 persen di kantor untuk memastikan pemerintahan berjalan dengan efektif,” ungkap Noor Hartoyo.
 
“Masyarakat harus diberikan pengertian dan disiplin dalam memperlakukan sungai,” ucap Sri Hartini saat ditanya penanganan banjir. Dirinya dan Setia Budi Wibowo, paslon nomor urut tiga setuju, normalisasi sungai saja tidak cukup untuk menanggulangi banjir. Apalagi, masih banyak warga yang menggunakan sungai untuk WC.
 
Untuk menuntaskan kemiskinan dan mewujudkan kemakmuran, paslon nomor urut empat punya caranya sendiri. Akhwan dan Hadi Sucipto akan fokus dalam membuka lapangan kerja di Kudus. “Seperti pelatihan untuk wirausaha, maupun pelatihan di BLK termasuk pelatihan ekonomi kreatif,” jelas Akhwan. 
 
Sementara paslon lima, Muhammad Tamzil – Hartopo, cukup yakin untuk lebih mengembangkan UMKM di Kudus. Tak sekedar pelatihan membuat produk, dirinya menekankan mengenai pendampingan pelaku UMKM mengenai marketing produk. “Pelatihan membuat produk juga dilakukan untuk anak perempuan lulusan SMK untuk menciptakan lapangan kerja di wilayahnya maupun bagi para janda tua,” ujar Tamzil. 
 
 
Masing-masing paslon cukup cair dalam berinteraksi selama debat yang berlangsung dua jam. Debat dibagi menjadi enam segmen. Diawali dengan pembukaan, penayangan video profil paslon lalu pemaparan program dan visi misi paslon. Setelahnya, segmen pertanyaan diawali dari pertanyaan dari tim perumus untuk dijawab salah satu paslon, lalu segmen selanjutnya pertanyaan lain dijawab salah satu paslon ditanggapi paslon yang lain. Setelah itu antarpaslon saling menanggapi dan ditutup dengan closing statement. 
 
Tim masing-masing calon sukses meyemarakkan acara debat. Meski dibatasi 30 orang, sepanjang commercial break tim sukses antar paslon ramai dalam beradu yel-yel. Sorak sorai makin terasa ketika paslon jagoan mereka selesai menjawab pertanyaan dengan sukses. Tak hanya di dalam ruangan, kemeriahan juga sampai di depan Hotel Griptha.  Tim sukses yang tidak bisa masuk ke ruang debat disediakan layar untuk menonton debat. Sehingga, ‘perang’ yel-yel di luar ruangan lebih ramai dan semarak. (*)