Persiapan Visualisasi Dandangan Sudah 100 Persen, Dipastikan Lebih Megah Dari Tahun Kemarin

 15-05-2018 14:58 WIB by Admin  108x    News

KUDUS – Visualisasi Dandangan sudah di depan mata. Acara tahunan ini dipastikan dihelat lebih meriah pada Rabu (16/5) besuk pada pukul 15.15 WIB di Alun-Alun Kudus. Persiapannya pun sudah 100 persen. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Kudus, RR. Sri Wahjuningsih, SH. MH. saat ditemui di kantornya pada Selasa (15/5).
 
Dirinya menyatakan, perhelatan kali ini akan berbeda dengan tahun kemarin. “Temanya sama, tapi tampilannya berbeda, yang dulu lebih ke rebana, kalau sekarang melibatkan banyak pelaku seni,” ujarnya. Perbedaan lainnya adalah panggungnya yang dibuat outdoor atau tanpa atap. Atap hanya ada di tenda penonton undangan. Namun tata letak panggung masih sama seperti tahun kemarin.
 
Pertunjukannya dibagi menjadi tiga fragmen yang menggambarkan Kudus waktu ke waktu. Fragmen pertama ada pemutaran film pendek “Kudus Saat Ini” yang menceritakan perkembangan Kabupaten Kudus selama dipimpin oleh Bapak H. Musthofa selaku Bupati Kudus Periode 2008-2018. Fragmen kedua yakni pementasan kolosal drama musikal yang menceritakan sejarah perkembangan industri di kota Kudus. Melibatkan 120 seniman dan crew yang menampilkan sejarah rokok kretek, sejarah batik Kudus, sejarah jenang Kudus, dan sejarah bordir Kudus. Sementara fragmen ketiga menceritakan sejarah Dandangandi era kanjeng Sunan Kudus yang melibatkan 140 seniman dan crew.
 
Sri Wahjuningsih menuturkan, persiapan penampilan sudah dari dua bulan yang lalu. “Tapi untuk persiapan fix nya tiga minggu, karena pasti banyak revisi-revisi,” ujarnya. Latihannya pun dilakukan di lingkungan Disbudpar, dan dilatih oleh tim kreatif di bawah naungan Disbudpar Kudus. Sementara, gladi resik terakhir maupun pendekorasian panggung  akan diadakan sore ini.
 
 
Ada yang special dari penampilan tari giling rokok. Penari yang menggiling rokok berasal dari pekerja pabrik yang sehari-harinya menggiling rokok, bukan dari pelaku seni. “Mereka dilatih oleh tim kreatif di bawah naungan Disbudpar, dan mereka punya semangat yang tinggi untuk belajar,” ujar Kasi Promosi Wisata Disbudpar Kudus, Sutopo, S.Pd.  
 
 
Mengenai kendala, Sutopo mengaku karena banyaknya pernak pernik perlengkapan penampilan visualisasi dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Ia menyatakan, persiapan untuk pakaian tradisional penampil saja membutuhkan waktu satu minggu. Belum lagi properti yang digunakan. Menurutnya, ada perbedaan mengenai pikulan soto ayam dan soto kerbau. Sehingga diperlukan waktu untuk mencarinya. “Tapi Alhamdulillah karena banyak teman, jadi banyak bantuan, lalu dari kita juga solid dan kekeluargaannya bagus, jadi teratasi,” ujarnya. (*)