Tangkal Radikalisme, Bupati Minta Para Camat dan Bhabhinkamtibmas Kenali Warganya

 16-05-2018 18:49 WIB by Admin  65x    News

KUDUS – Bupati Kudus, H. Musthofa mengumpulkan camat dan jajarannya,  Bhabinkamtibmas dan Babinsa dan para tokoh agama di Kantor Bupati Kudus. Bersama Polres, Bupati mengajak para tamu undangan saling bekerjasama menjaga keamanan wilayah Kabupaten Kudus sampai di tingkat RT/RW. Dalam rapat koordinasi yang digelar pada Rabu (16/5) ini, Bupati meminta agar mereka mengenali warganya dengan baik untuk menangkal radikalisme. 
 
 
Rapat ini sehubungan dengan ide Bupati yang sehari sebelumnya bertemu dengan jajaran Polres dan tokoh lintas agama. Hal ini agar implementasi menjaga keamanan benar-benar sampai di masyarakat. “Kita punya tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan wilayah Kudus,” ujarnya. Baik menjaga alamnya, masyarakatnya, maupun budayanya.
 
Ia menyatakan, para pimpinan di wilayah sampai desa dan Bhabhinkamtibmas harus memiliki data yang akurat terkait warganya. “Pimpinan harus mengenali seluruh masyarakatnya, Bhabhinkamtibmas pun harus silaturrahim dengan masyarakatnya,” ujarnya. Kades beserta RT RW juga harus mengetahui siapa warga yang datang dan pergi, termasuk memonitor kegiatan pengajian yang bersifat ekslusif. 
 
Dirinya juga menegaskan hal ini jangan dikaitkan dengan politik. Karena frame-nya untuk keamanan. “Ini adalah tugas Negara agar keamanan terjaga dan terhindar dari aksi terorisme,” ujarnya. 
 
 
Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning menyatakan keprihatinannya juga atas bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya. Pun ia menyatakan terima kasihnya kepada para stakeholder karena kondisi Kudus sampai saat ini masih sangat kondusif. Pun walaupun Kudus satu bulan lagi sudah Pilkada, kamtibmas masih kondusif. “Ini juga didukung tokoh agama yang terus berdoa dan mendinginkan suasana,” ujarnya.  Agusman juga menerangkan Kudus selalu aman, mungkin juga karena dijaga oleh dua wali.
 
 
Acara ini terselenggara juga karena ‘pesan’ yang disampaikan oleh teroris di mako brimob  dan pesannya untuk melakukan terror di seluruh Indonesia. Yang melatarbelakangi mereka bertindak di Surabaya juga karena pimpinan kelompok JAD tertangkap di Surabaya. 
 
Bukan untuk membuat suasana mnjadi panik, tapi acara ini untuk sama-sama mengingatkan. “Ini tanggung jawab kita agar keluarga kita tidak mendekati paham garis keras,” ujarnya. Pun biasanya orang bisa menjadi teroris bukan mengenai motif ekonomi. Hal itu karena pemikiran dan pemahaman yang berbeda sehingga mereka merasa paling benar. “Motif ekonomi hanya potensial. 
 
Lalu apakah di Kudus ada jaringan radikalisme? Kapolres menjawab, Kudus ada jaringan radikalisme, tapi tak seaktif Surabaya. Ini juga dampak dari pemulangan 500 WNI dari Suriah. “Kita seperti di aquarium mereka, kita tidak tahu siapa saja mereka, sedangkan mereka mungkin sudah merekrut orang lain dan mengawasi kita,” ungkapnya. Inilah kenapa dibutuhkan kerjasama antar pihak dan ditangani dengan tepat agar mereka bisa kembali ke jalan yang benar.
 
Suhendro Alim Prayoga yang mewakili Komandam Kodim Kudus menyatakan keprihatinannya dengam bom di Surabaya dan masyarakat diminta waspada. “Mudah-mudahan apa yang disampikan Bapak Kapolres tadi bisa dicermati dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. (*)