Sejarah Perkembangan Kudus Meriahkan Visualisasi Dandangan

 17-05-2018 01:34 WIB by Admin  89x    News

KUDUS- Beberapa penari tradisional perempuan memakai kebaya merah keluar dari halaman Kantor Bupati Kudus mengiringi langkah Bupati Kudus dan jajarannya. Disusul dengan beberapa pedagang lentog yang menggunakan pikulannya menari setelah para tamu undangan duduk. Tari lentog menjadi tari pembuka Visualisasi Dandangan yang diadakan di Alun-Alun Kudus pada Rabu (16/5).
 
Yang lebih spesial, para penari adalah pedagang lentog asli dan penari perempuannya adalah anak-anak dari pedagang lentog. Begitu pula tari yang menggambarkan giling rokok. Para penari adalah pegawai pabrik rokok Djarum yang sehari-harinya menggiling rokok. Mereka dengan apiknya menarikan proses giling rokok yang merupakan bagian dari pementasan drama kolosal musikal sejarah perkembangan industri di Kudus. Penarasi dengan apiknya membawa penonton dari mulai bercerita hingga melantunkan ayat suci Al-Qur'an. Iringan musik bernuansa tradisional "Swatantu Band" menambah apik pementasan.
 
Sebelumnya, ada film pendek mengenai pencapaian 10 tahun Bupati Kudus H. Musthofa memimpin Kudus. Meski tak ada kirab seperti tahun-tahun sebelumnya, perhelatan Visualisasi Dandangan justru makin meriah. Panggung tak beratap yang etnik juga terlihat bisa lebih menyatu dengan lingkungan. 
 
Antusiasme penonton terlihat dari para penonton yang sudah memadati alun-alun pada pukul 15.00. Hal ini disanpaikan oleh Ainu (22) yang selalu mengikuti even Dandangan. "Walaupun agak kecewa karena nggak ada kirab, tapi sekarang udah makin bagus sih," ujarnya.
 
Ada juga Ema (22), penonton dari Jambi yang datang ke rumah saudaranya di Kudus. Ia baru pertama kali melihat Visualisasi Dandangan. "Bagus, sehingga ada pengenalan budaya Kudus kepada masyarakat," ucapnya. Ia berharap mudah-mudahan tahun selanjutnya tradisi seperti ini jangan sampai hilang dan tetap dilestarikan.
 
H. Musthofa yang memberikan sambutan memberikan apresiasi sendiri terkait panggung tanpa atap tersebut. "Maknanya semoga suara kita didengar Allah SWT bahwa Kudus bisa lebih baik," ujarnya. Ia menyatakan bahwa sore hari ini berbeda dengan sore yang lain. Apalagi, sore tersebut menjelang bulan suci Ramadhan. 
 
Saat memberikan sambutan, ia mengajak Kapolres Kudus, Plt Dandim Kodim, Ketua DPRD Kudus, Ketua PN Kudus, dan Ketua Kejaksaan Negeri Kudus naik ke atas panggung sebagai wujud rasa terima kasih karena semua pencapaian saat ia menjabat tak lepas dari kerja keras mereka. "Mudah-mudahan 10 tahun ini mengantarkan masyarakat Kudus menjadi lebih baik lagi, dan setelahnya diberikan keamanan dan ketentraman," ujarnya.
 
Pembukaan Visualisasi Dandangan ini diawali dengan pemukulan bedug sebagai pertanda datangnya bulan Ramadhan. Bupati Kudus H. Musthofa memberikan kehormatan kepada Bapak Thomas sebagai perwakilan dari PT Djarum untuk memukul bedug pertama kali. Ini sebagai rasa terima kasih kami karena PT Djarum ikut memajukan pendidikan di Kudus dengan membangun sekolah vokasi yang menjadi percontohan Indonesia. Setelah itu oleh Ketua PCNU Kudus dan Ketua DPRD Kudus juga mendapatkan kehormatan untuk memukul bedug.
 
Kadinas Disbudpar Kudus Yuli Kasianto menyatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk melestarikan budaya Kudus. " Visualisasi Dandangan ini menjaga sekaligus mengembangkan tradisi Dandangan yang merupakan pertanda telah masuk bulan puasa," ujarnya. Dan setiap tahun selalu dikembangkan agar tidak membosankan. Disbudpar, ucapnya, bahu membahu bersama masyarakat menyelenggarakan kegiatan ini dengan persiapan selama kurang lebih dua bulan. (*)