Warung Sedekah : Berikan Buka Gratis Selama Bulan Ramadan

 13-06-2018 13:42 WIB by Admin  156x    News

Tempatnya tak begitu besar. Hanya memanfaatkan trotoar di timur Jalan A. Yani. Lapak yang hanya sepanjang dua meteran ini padat dengan plastik putih berisi nasi dan air mineral. Ada piring-piring plastik dan lauk yang sudah ditata sedemikian rupa. Lapak yang hampir tak terlihat karena tertutup mobil yang parkir di depannya ini cukup ramai. Penulis beberapa kali gagal untuk mewawancarai pengelola dari lapak yang dinamakan 'Warung Sedekah' ini. 
 
“Sebentar,” ujarnya sambil memberikan bungkusan kepada tukang becak. Setelah agak lengang, barulah penulis bisa sedikit berbincang dengan pengelola yang bernama asli Bosnia Sasmito (51). “Sebenarnya biasanya juga pakai tenda, tapi ini karena ada mobil-mobil yang parkir, yaudah tidak diberi tenda,” ujarnya sambil menunjuk tiang tenda yang tergeletak. 
 
Meskipun sangat sederhana, 'Warung Sedekah' ini sudah terkenal. Berdirinya saja sudah sejak awal tahun 2016. Sehingga, warga sekitar sudah hafal dan menjadi langganan kaum dhuafa. Satu backdrop dan tulisan penunjuk di pinggir jalan sudah cukup untuk mengetahui keberadaan warung ini.
 
Tulisannya sudah jelas, buka puasa gratis untuk fakir, miskin maupun dhuafa. Terlihat ada tukang parkir, tukang becak, pemulung hingga anak kecil yang singgah ke sana. Bosnia dengan sigap memberikan paket buka ke setiap yang datang. "Banyak juga yang makan di sini, nanti pas adzan Maghrib langsung pada datang," ujarnya. Untuk mereka yang ingin makan di sini, disediakan piring plastik, nasi, tahu, telur, dan oseng siyem. Bosnia dibantu dengan tiga orang perempuan yang membungkus menu berbuka.
 
 
Warung Sedekah buka sejak pukul 16.30 sampai habis. Setiap harinya, Warung Sedekah menyediakan paling tidak 200 porsi. Ratusan porsi tersebut didapat dari para donatur. Ada donatur tetap yang memang memberikan donasi paling banyak setiap harinya. "Beliau adalah teman yang saja ajak diskusi ketika saya ingin membuka warung sedekah ini, namun saat itu saya tak punya uang," kenangnya. Dirinya mengaku dahulu mempunyai ilham membuka warung ini usai menunaikan sholat tahajud. Sekarang, ada banyak donasi yang masuk ke warung ini. Ada yang berupa uang, beras, lauk pauk maupun makanan yang langsung bisa dibagikan. "Mereka biasanya datang ke sini terus ngasih (donasi)," terangnya.
 
Warung ini dulunya pernah berada di Jalan KH. R. Asnawi, lalu kawasan Jember, sekitar Matahari Mall, hingga akhirnya berada. Jika tidak pada bulan Ramadan, warung ini bisa ditemui pada hari Kamis sore dua pekan sekali.
 
Salah satu pengunjung adalah Markamah (58) yang mengaku setiap hari datang ke 'Warung Sedekah' ini. "Iya sehari-hari saya ikut berbuka di sini. Alhamdulillah bisa dapat makan gratis di sini," ujarnya. 
 
Tak berafiliasi politik maupun tidak mencari pujian, warung ini buka hanya untuk kepentingan sosial. Jika Anda mau ikut berdonasi, silakan langsung datang ke Jalan Ahmad Yani, di selatan Alun Alun Kudus dan bertemu dengan Bosnia.