Bendungan Logung Jadi Wisata Unggulan

 06-07-2018 08:21 WIB by Admin  259x    News

KUDUS - Tidak hanya sekadar menjadi tempat untuk penampungan air, namun Bendungan Logung di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, juga akan diproyeksikan sebagai wisata unggulan di Kabupaten Kudus.

Tentunya agar bendungan dengan nilai proyek lebih dari Rp 620 miliar dan memilki luas area konstruksi mencapai 21.67 hektare serta luasan genangan air ketika mencapai 144.06 hektare dipromosikan melalui program marketing collaboration system atau promosi bersama.

”Agenda utama dalam program tersebut mengenalkan Bendungan Logung sebagai destinasi wisata unggulan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Yuli Kasiyanto melalui Kepala Bidang Pariwisata, Sri Wahyuningsih, kemarin.

Sudah seharusnya dalam program marketing collaboration system yang ikut mempromosikan tidak Disbudpar saja, melainkan menggandeng stakeholder lainnya serta organisasi perangkat daerah. ”Agar misi dari wisata unggulan Bendungan Logung bisa dicapai dengan baik,” terangnya.

Terkait dengan keistimewaan dari program tersebut, lanjut dia, tentunya agar promosi wisata Bendungan Logung lebih terarah serta tepat sasaran. Disisi lain nantinya juga akan terintegrasi dengan destinasi wisata lainnya. ”Tidak berasal dari Kudus saja, melainkan juga dari kabupaten sekitar seperti Pati,” ujarnya.

Promosi Bersama

Sebagai langkah awal yang dilakukan saat ini adalah melakukan promosi bersama, di sisi lain juga menggerakan potensi desa yang ada di sekitar Bendungan Logung. ”Desa sekitarnya misalnya Desa Terban memiliki potensi yakni situs purbakala Patiayam yang sudah dilengkapi dengan museum kepurbakalaannya,” ujarnya.

Kemudian ada wisata yang bertemakan adventure, yakni menyusuri sungai dengan mobil Jeep, serta wisata edukasi pembuatan gula tumbu yang dilakukan secara tradisional. ”Jika dikembangkan akan lebih banyak lagi, dan apabila ini bisa berhasil maka dengan sendirinya akan meningkatkan pendapatan daerah,” jelasnya.

Sementara, Penjabat Sekda Kudus, Sudjatmiko mengapresiasi program marketing collaboration system, karena program tersebut bisa membantu pemerintah untuk ikut mempromosikan pariwasata di Kudus. ”Potensi wisata di Kudus cenderung bertambah dan tentunya hal ini perlu didukung oleh semua pihak,” tandasnya. (J18-63)

Sumber : Suara Muria