Bupati Kudus : GO-JEK Siap Dorong UMKM dan Pariwisata

 11-10-2018 09:52 WIB by Admin  52x    News

KUDUS- Bertempat di Balai Jagong GOR, Bupati Kudus H.M. Tamzil dan Wabup H.M. Hartopo berserta Brand Manager GO-JEK Kudus M. Abdul Aziz dan VP Regional Central Java Delly Nugraha secara bersama-sama meresmikan GO-JEK Kudus dengan pemotongan tumpeng. Peresmian pada rabu sore (10/10) tersebut, juga dihadiri oleh perwakilan unsur forkopinda dan puluhan mitra GO-JEK Kudus.

GO-JEK, Perusahaan berbasis teknologi yang menyediakan berbagai layanan secara resmi hadir di Kudus. GO-JEK berkomitmen dengan diresmikannya GO-JEK Kudus akan ikut mendorong pengusaha UMKM untuk memperluas pemasaran dan sektor pariwisata daerah.

Bupati Tamzil menyambut baik kehadiran GO-JEK di Kudus dengan menyampaikan selamat datang dan selamat melayani masyarakat. "GO-JEK sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dan hadir untuk melayani masyarakat, khususnya di bidang aplikasi atau pelayanan, saya selaku pimpinan daerah menyampaikan selamat datang dan selamat melayani masyarakat dengan baik," sambutnya.

Dirinya juga mengungkapkan, masyarakat Kudus memiliki jiwa wirausaha dan dagang sehingga berakibat menjamurnya UMKM saat ini. Oleh karena itu, GO-JEK diharapkan tidak hanya menjadi layanan antar-jamput tetapi dapat ikut mendorong pelaku industri kecil. "Masyarakat Kudus yang telah memiliki jiwa wirausaha yang tinggi dan dagang, memberikan pengaruh menjamurnya industri-industri kecil yang ada di Kudus, oleh karena itu usaha GO-JEK ini tidak hanya di jasa transportasi antar-jamput, tapi ada aplikasi lain yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Brand Manager GO-JEK Kudus, GO-JEK hadir di Kudus untuk memaksimalkan potensi UMKM dan pariwisata. "Saat ini sudah ada tiga layanan yang tersedia di GO-JEK Kudus yaitu GO-RIDE, GO-SEND, dan GO-FOOD, dengan layanan tersebut kami ingin memaksimalkan potensi UMKM dan Pariwisata yang merupakan sektor unggulan di Kudus, dan kami ingin memberi dampak sosial yang nyata," ujarnya.

Tamzil mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan Pemda memanfaatkan jasa GO-JEK. Terutama mengenai pengaduan masyarakat dengan memanfaatkan aplikasi GO-JEK. "Ada di bidang tansportasi, ada di bidang antar jemput makanan dan lain-lain, malah kalau bisa laporan masyarakat lewat GO-JEK," pungkasnya.