RTRW Kudus Butuh Revisi, Mitigasi Bencana dan Tata Guna Air Ditambahkan

 07-11-2018 12:11 WIB by Admin  56x    News

Kudus (6/11) - Penataan ruang dan wilayah kabupaten Kudus, perlu direvisi. Hal tersebut mengemuka saat rapat Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kudus, di Command Center, Dinas Komunikasi dan Informatika, Selasa siang. Rapat dipimpin oleh asisten ahli bupati, Ali Rifai.

Plt. Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kudus, Heriyanto mengatakan bahwa setelah melalui kajian, nilai yang diperoleh adalah 59,90. Sementara, batas nilai yang harus dicapai untuk mendapatkan predikat tata ruang dan wilayah baik, minimal bernilai 85, "Saat ini nilai yang diperoleh untuk Kudus sebesar 59,90, maka perlu adanya revisi tentang RTRW Kudus," katanya.

Meski begitu, terdapat hal yang menarik, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2012, luas wilayah Kudus adalah 42.516 ha, sementara setelah dilakukan kajian, luas wilayah Kudus menjadi 44.708 ha. Hal tersebut terjadi, karena di perbatasan Kudus-Grobogan terdapat kesalahan perhitungan batas, sehingga membuat luas wilayah Kudus semakin lebar.

Selain itu, terdapat antisipasi terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada di wilayah Kudus. Proyek tersebut diantaranya adalah peta jalur migas, proyek jalan tol dan jalur kereta api, "Seluruh PSN kami sikapi dan antisipasi, saat ini masih dalam tahap kajian dan wacan," imbuhnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Revlisianto Subekti berharap bahwa lahan untuk industri atau investasi dapat ditambah, "Ada beberapa perusahaan besar yang nilai investasinya antara 50-150 juta US dollar, yang tidak dapat berinvestasi karena keterbatasan lahan, maka kami berharap adanya petunjuk untuk mengatasi hal tersebut," ujarnya.

Bupati H.M. Tamzil berharap bahwa Dinas PUPR Kudus beserta OPD terkait dapat bersinergi untuk revisi RTRW Kudus. Dirinya menambahkan, dalam rangka revisi RTRW Kudus perlu melibatkan tim dari BBWS Pemali Juana dan BPBD, "Saya ingin seluruh OPD bersinergi. Kalau bisa, ditambah dari BBWS dan BPBD Kudus. Saya ingin tata guna air (drainase) dan mitigasi bencana karena kita sering kebanjiran," ungkapnya. Selain itu, bupati juga menyoroti tentang Proyek Strategis Nasional, yakni kemungkinan adanya pembangunan tol Semarang-Rembang yang melewati Kudus, meski masih dalam tahap kajian.