Sidak di Dinas PKPLH, Wakil Bupati Kudus Temukan Persoalan

 08-11-2018 07:14 WIB by Admin  62x    News

Kudus (7/11) - Permasalahan memang selalu ada, salah satu cara penyelesaian masalah adalah dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak). Dengan sidak, dapat diketahui secara langsung kondisi di lapangan serta memetakan solusinya. Hal tersebut dilakukan oleh wakil bupati Kudus, H.M. Hartopo saat sidak di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, Rabu siang.

Masalah pertama yang muncul adalah ketika bagian pelayanan tidak terdapat pegawai yang menjaga, "Harusnya bagian resepsionis ada orangnya, kalau sedang jam makan siang, ya harus gantian," ungkapnya. Selain itu, pihaknya juga sempat melihat kondisi Dinas PKPLH Kudus yang kurang bersih. Hartopo meminta kepada Sekretaris Dinas, Didik Tri, agar segera mencari tambahan tenaga alih daya, "Bisa dilihat kantornya kurang bersih, kalau memang tenaga outsourcing kebersihan kurang, bisa ditambah," imbuhnya.

Tak hanya permasalahan tersebut, Hartopo juga menyoroti bahwa tenaga alih daya harus benar-benar dioptimalkan dan memiliki beban kerja yang terukur, "Jangan sampai nduselke orang yang sebenarnya tidak punya beban kerja tapi malah membuat beban kantor. Mereka harus benar-benar bekerja dengan baik," katanya.

Persoalan lain muncul ketika wakil bupati Kudus mengunjungi garasi truk pengangkut sampah dan penyiram taman yang dimiliki oleh Dinas PKPLH. Pertama, truk pengangkut sampah sesuai prosedur, dapat mengangkut dua ritase, sementara kondisi di lapangan, hanya satu kali ritase. Kedua, sopir mengeluhkan bahwa harus menalangi BBM truk terlebih dahulu dan adanya potongan yang dilakukan oleh oknum,terkait ganti uang yang dilakukan.

Mendengar keluhan tersebut, Hartopo mengatakan bahwa jangan sampai ada kejadian semacam ini terulang, "Kalau tidak ada BBM, tidak usah jalan, kalau diancam dan sebagainya, laporkan saya secara langsung. Apalagi truk sampah, ini kan pelayanan untuk warga," tegasnya. Bahkan pihaknya akan mendorong agar masalah potongan GU dapat diselesaikan, "Nanti coba ditukarkan kupon Ganti Uangnya, jika masih ada tarikan, nanti saya yang coba tukarkan langsung. Gaji sudah tidak seberapa masih dipotong," imbuhnya.

Sementara itu, Hartopo juga mendengungkan agar setiap dinas dan kecamatan memiliki mushola, mengingat mayoritas penduduk Kudus adalah muslim. "Saya minta setiap dinas dan kecamatan memeliki mushola atau tempat ibadah. Dibuat bagus tempat wudhunya, tempat sholatnya sehingga ketika beribadah terasa nyaman," tutupnya.