Kunker Komisi D DPRD Lamongan ke Pemkab Kudus

 06-12-2018 07:38 WIB by Admin  67x    News

KUDUS-Komisi D DPRD Lamongan mengadakan kunker di Kabupaten Kudus pagi ini (4/12) di Ruang Rapat Lantai II Gedung Setda Kudus. Asisten II Sekda Ali Rifai menerima langsung rombongan dari Lamongan yang dipimpin Ketua DPRD Lamongan, Debby Kurniawan, S.Kom.

Ali Rifai menyampaikan selamat datang kepada Komisi D DPRD Lamongan yang telah berkunjung ke Kudus. Pemaparan sedikit tentang Kudus juga dijelaskan oleh Ali Rifai. Mengenai sektor pendidikan dirinya menyampaikan Pemkab memberikan perhatian penuh kepada siswa maupun para guru. “Ada beasiswa yang diberikan untuk siswa kurang mampu dari tingkat TK hingga SMA,” ujarnya. Diskusi selanjutnya dipandu oleh Plt. Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kasubbid Pengembangan dan Inovasi Bappelitbangda Drs. A.A. Triko Irianto, M.Si.

Tak hanya beasiswa untuk siswa, Kudus juga sudah membuka PBG (Pusat Belajar Guru) hasil bantuan pihak ketiga yakni CSR Djarum. PBG merupakan tempat belajar para guru untuk peningkatan kapasitas. Seperti misalnya guru golongan III yang diharuskan bisa menulis, bisa dilatih di PBG

Mengenai aturan baru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Kudus masih belum sepenuhnya mengimplementasikan. “Kalau nanti ada amanat, pasti langsung kami tindak lanjuti,” ujar Nugroho, perwakilan dari BKPP Kudus yang hadir dalam kunker.

Sementara, perwakilan DKK menyampaikan bahwa tentang P3K untuk kesehatan khususnya PTT (Pegawai Tidak Tetap) masih ada beberapa bidan PTT yang belum bisa diangkat PNS tahun kemarin. Namun Kementerian Kesehatan sudah memberi ruang bagi pegawai PTT untuk menjadi pegawai P3K. Namun perwakilan DKK tersebut memberikan arahan bahwa jika sudah ada amanat mekanisme, hal itu juga akan diterapkan di Kudus. Mengenai inovasi untuk kesehatan,  di Kudus menerapkan reaksi cepat untuk jemput bola ke tempat pasien dengan mekanisme khusus.


Debby Kurniawan, S.Kom. menyatakan bahwa Komisi D DPRD Lamongan ingin bertukar informasi dengan Pemkkab Kudus. “Sehingga apa yang sudah dilakukan di Kudus dan yang memungkinkan akan kami lakukan di Lamongan,” ujarnya. Dirinya bersama ke-14 anggota yang lainnya ingin mengetahui lebih jauh terkait PTT dan GTT di Kudus dan inovasi inovasi, baik dari kesehatan maupun pendidikan.