Kudus Kembali Jadi Nominator Peraih Adipura Kencana

 06-12-2018 08:05 WIB by Admin  174x    News

JAKARTA-Tata kelola ruang terbuka dan lingkungan menjadi salah satu fokus Bupati Kudus HM Tamzil. Hal ini merupakan penjabaran dari visi yang diusungnya untul mewujudkan Kudus sebagai kabupaten yang modern, teligius, cerdas, dan sejahtera.


Demikian disampaikan Bupati Kudus pada paparan nominator peraih Adipura Kencana tahun 2018 ini, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (4/12). Didampingi Asisten Pemerintahan, Asisten Administrasi, beserta sejumlah Kepala OPD terkait, khususnya Dinas PKPLH, Bupati 'diuji' oleh tim Dewan Pertimbangan Adipura yang sore itu dipimpin oleh Rosa Vivien Ratnawati.


Bupati yang juga mantan Kepala Dinas PU ini menyebut bahwa persampahan telah menjadi salah satu fokus pekerjaan yang digelutinya ketika menjadi PNS. Termasuk di dalamnya adalah perlunya ada penataan ruang wilayah yang baik. Dan ini telah dilakukannya pada periode pertama menjabat bupati sepuluh tahun silam.


"Salah satu misi saya adalah memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis keunggulan lokal dan membangun iklim usaha yang berdaya saing," kata Tamzil.


Sedangkan sasaran yang ingin dicapai adalah dengan meningkatkan keseimbangan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Yakni dengan pengelolaan sampah dan RTH, pengendalian pertambangan, pengendalian dampak perubahan iklim, serta infrastruktur perkotaan.


Dan ini semua tertuang dalam masterplan hingga penjabaran dalam program dan kegiatan. Sebagai bukti, Tamzil memaparkan penanganan sampah yang baik sehingga tiap tahun selalu terjadi penurunan sampah.


"Bahkan kami telah menetapkan perbup Jakstrada (kebijakan dan strategi daerah) dalam pengelolaan sampah rumah tangga," katanya yang menyebut bahwa targetnya tahun 2025 terjadi pengurangan sampah RT hingga 30 persen.


Semua upaya tersebut tentu harus ada sinergi antara dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah. Termasuk adanya muatan lokal pendidikan lingkungan hidup. Sehingga terjadi keseimbangan dalam pembangunan lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk mewujudkan visi.


Lebih lanjut bupati menjelaskan bahwa masih banyak program dan strategi lain dalam penataan lingkungan hidup yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Yakni melalui kegiatan olahraga, pendidikan, maupun pengembangan ekonomi kreatif.


"Itu semua dalam sebuah frame Kudus the Taste of Java, yang memadukan tiga unsur yakni kemakmuran (wealth), kecanggihan (sophisticated), dan keanggunan (elegance)," jelasnya yang bertekad mewujudkan tagline tersebut di Kudus untuk masyarakat.


Seusai menyimak paparan, para anggota tim penilai memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan Pemkab Kudus. Salah satunya yang dikatakan oleh Chalid Muhammad. Disebutnya bahwa keseriusan Kudus ini beda dari kabupaten/kota lain.


"Ini bagus upaya yang telah dilakukan Pemkab Kudus. Semoga dapat terus konsisten dan berlanjut," katanya.(*)