Kunker Komisi X DPR RI Kaji Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kudus

 06-12-2018 08:22 WIB by Admin  179x    News

KUDUS- Sudah banyak sekali potensi wisata di Kabupaten Kudus, terutama wisata religi. Hal inilah yang disampikan oleh Ketua Komisi X DPR RI DR. IR Djoko Udjianto, MM. pagi tadi (5/12) di Command Center Diskominfo Kudus. Dirinya dan rombongan datang dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Komisi X DPR RI. Sekda Kabupaten Kudus Sam'ani Intakoris menerima langsung rombongan.

"Kudus memiliki wisata religi yang menonjol. Mempunyai dua sunan yakni Sunan Kudus dan Sunan Muria," tuturnya. Dia menambahkan Kudus sudah berada di jalur pantura. Kalau misalnya kemasannya diperindah dengan baik yakni dengan infrastruktur, akses, fasilitas penginapan, makanan, dan keaamanan yang baik, Kudus bisa menjadi salah satu destinasi wisata Jawa Tengah.

Dirinya mengaku menyukai gebyok ukir Kudus dan menghiasi rumahnya dengan gebyok ukir khas Kudus. Pun dirinya juga mengungkapkan sudah pernah ke Sunan Muria. "Saya juga mengapresiasi bahwa mengajukan izin usaha di Kudus bisa cepat, sehingga benar bahwa Kudus ini menghasilkan pribadi kreatif dan konglomerat," ujarnya setengah bercanda.


Djoko menyatakan kunjungan kerja ini dalam rangka mengumpulkan data untuk penyusunan Undang-Undang Ekonomi Kreatif. "Dalam pembahasannya kami membutuhkan saran, substansi, sistem ekonomi kreatif seperti apa, klasifikasi, dan informasi untuk pendalaman beberapa hal," tuturnya. Dirinya menyatakan Undang-Undang dibuat dengan cermat karena menyangkut harkat hidup orang banyak, sehingga harus tahu betul apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Tak hanya itu, Djoko menampung segala macam saran dan masukkan dari pelaku usaha di Kudus seperti Pengrajin Bordir dan perwakilan Mubarokfood yang hadir. Hal ini nantinya sebagai bahan pembuatan UU. Dirinya juga menyatakan sudah kunker ke beberapa daerah dan masalahnya sudah mengerucut. "Yang kami temukan sampai saat ini adalah masalah kelembagaan dan penganggaran. Semoga nanti bisa kami perjelas lagi badan ekonomi kreatif di tataran daerah akan seperti apa," ujarnya.

Dalam kunker, badir pula staf ahli bidang multikultural Kementerian Pariwisata Dra. Esthy Reko Astuti, M.Si. dan Advisor Kepala Badan Ekonomi Kreatif DR. IR Mesdin Kornelis Simarta, M.Sc. Mereka berdua menekankan mengenai komitmen pemerintah dalam mengembangkan wisata dan pembiayaan ekonomi kreatif di Kudus, karena pendapatan dari pajak sudah lumayan banyak. "Tentu saja kami juga mensupport dengan menyusun Undang-Undang Bekraf," ujar Mesdin.



Sam'ani mengenalkan Kudus memiliki keunikan budaya dan filosofi. Seperti menghargai pemeluk Hindu dengan tidak menyembelih sapi maupun filosofi Gusjigang. Dirinya juga menyampaikan mengenai peran CSR perusahaan yang menyangkut ke segala sektor. Wisata kuliner, dan wisata di Kudus juga banyak, terutama wisata religius. "Namun karena wisata religi, jadi mungkin belum begitu greget. Sehingga kami minta saran dan masukan dari investor," ujarnya.


Hadir pula Plt Kepala Disbudpar Kudus Rahma Hariyanti yang menyampaikan mengenai macam-macam wisata Kudus dari mulai wisata edukasi, hingga wisata kuliner termasuk Kopi Muria. Pun juga menjelaskan mengenai branding Kudus 'The Taste of Java'. "Rumah adat Kudus juga sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO," ujarnya.


Sementara Kepala Disnaker Perinkop UKM Kudus Bambang Tri Wahyu menyampaikan bahwa pelatihan BLK Kudus mendampingi peserta hingga selesai menimba ilmu dan mengarahkan. Apakah peserta mau mendaftar ke perusahaan atau melakukan usaha sendiri sehingga bisa diarahkan. "Kami juga sempat mengirim peserta ke kelas desainer Rudi Candra selama delapan hari, dan mereka langsung bisa mengaplikasikannya," ujar Bambang.