Antisipasi Banjir, Sungai di Undaan Akan Dinormalisasi

 10-01-2019 13:56 WIB by Admin  136x    News

KUDUS - Kamis pagi (10/1), Bupati Kudus, H. M. Tamzil kembali melakukan rapat koordinasi dalam rangka antisipasi bencana alam yang kali ini diselenggarakan di Kantor Kecamatan Undaan. Kecamatan Undaan merupakan tempat ketiga diselenggarakannya rapat tersebut setelah sebelumnya di Kecamatan Mejobo dan Kecamatan Undaan untuk membahas hal yang sama.

Camat Undaan, Drs. Rinardi Budiyanto melaporkan bahwa Kecamatan Undaan merupakan daerah rawan banjir, baik banjir bandang maupun banjir karena tingginya intensitas air hujan. Selain itu faktor tumbuhnya eceng gondok di aliran sungai juwana, sedimentasi di aliran anak sungai, dan kondisi tanggul yang kritis juga memperparah kondisi tersebut. "Untuk saat ini kami sudah berupaya untuk membersihkan eceng gondok, meninjau saluran irigasi, memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai," ujarnya. Tahun lalu pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait serta melibatkan masyarakat dalam upaya normalisasi sungai, terutama sungai wulan, sungai londo dan sungai juwana.

Tamzil menyampaikan bahwa saat ini penanganan banjir dengan waduk-waduk yang ada belum sepenuhnya maksimal."Pengendalian air belum maksimal dengan adanya waduk yang ada karena air yang dari Dawe turun kearah Jekulo juga akan merembet kearah Undaan menyebabkan luberan," ucapnya. Untuk tahun ini diharapkan pengendalian air dapat lebih terkendali dengan adanya waduk logung.

Tamzil mengungkapkan pengalamannya sebagai Kepala Dinas PUPR dalam menangani banjir di Undaan pada tahun 1993. "Tahun '93 saya tahu persis sebagai kepala PU di Kudus. Waktu itu kami berkoordinasi dengan Dishub dan seluruh pihak terkait mengevakuasi 3500 warga untuk mengungsi di balai desa kota," ungkapnya. Belajar dari pengalaman, dirinya menghimbau Camat dan Kepala Desa untuk paham bagaimana prosedur penyelamatan manusia dan harta benda ketika terjadi banjir.

Dirinya menyimpulkan bahwa solusi permasalahan bencana banjir di Kecamatan Undaan yaitu perlunya dilakukan normalisasi sungai dan anak sungai yang ada di Undaan. Pemerintah daerah Kabupaten Kudus sendiri sudah melakukan upaya dengan mengirim surat ke kementerian terkait hal tersebut. Selain peran pemerintah, dirinya juga mengajak peran masyarakat melalui kepala desa untuk melakukan kerja bakti membersihkan sungai di lingkungan masing-masing. "Kepala desa juga harus menggerakkan warga untuk kerja bakti dan memberi edukasi untuk tidak buang sampah di sungai," pungkasnya.