Pusat Pengelolaan Limbah Akan Dibangun di Kudus

 11-01-2019 11:28 WIB by Admin  195x    News

KUDUS- Permasalahan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) rumah sakit di Kudus memerlukan penanganan khusus dan biaya yang tak sedikit. Dr. Ir. Nelwan, pakar Hidrologi dari UNDIP hadir dan memaparkan rencana pembangunan pusat pengelolaan limbah di Kudus. Hal ini disampaikan di depan Bupati Kudus H.M. Tamzil, Wabup H.M. Hartopo, Kadinas DKK dan semua perwakilan rumah sakit se-Kudus di Command Center Diskominfo siang ini (10/1).



Setiap perwakilan rumah sakit, menyampaikan bahwa pengelolaan limbah B3 diteruskan ke pihak ketiga yang berada di daerah Tangerang. "Untuk limbah padat B3, kami bekerjasama dengan pihak ketiga di Cileunyi setiap tahunnya," ujar Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dr. Abdul Aziz Achyar, M.Kes.

Hal ini karena alat untuk pengelolaan B3 mahal, dan harus didatangkan dari luar negeri. "Kudus adalah lokasi yang strategis dalam pembangunan ini. Kudus berada di wilayah diantara Demak, Jepara, maupun Pati yang juga penuh industri," ujar Nelwan.

Bupati Kudus H.M. Tamzil juga mengamini hal tersebut. "Bahkan sampah rumah tangga seperti bohlam lampu, maupun batu baterai memang tak boleh dibuang sembarangan. Nah kami belum tahu untuk pengelolaan sampah B3 industri-industri Kudus," ujarnya.


Meski begitu, pertemuan hari ini masih menjadi pertemuan awal untuk tahap selanjutnya. Lahan yang akan dibangun akan ditinjau terlebih dahulu dan proses pengkajian. Rencana anggaran pun masih tentatif. Melihat luas lahan yang akan dibangun. Setelah itu, barulah memutuskan kerjasama seperti apa yang akan dibangun untuk mewujudkan Pusat Pengelolaan Limbah. "Apakah nantinya kerjasama dengan pihak swasta, atau seperti apa," ujar asisten Sekda administrasi Mas'ut.

Kepala Dinas PKPLH Agung Karyanto menyebut bahwa pembangunan Pusat Pengelolaan Limbah kedepannya bisa saja menjadi BUMD. "Jika sudah dikaji, nanti kami bisa rancang badan yang akan menaunginya," ujarnya.