Rumah Murah dan Pelatihan Manajemen Pendidikan Bagi Guru Swasta Jadi Perhatian Pemkab Kudus

 14-02-2019 21:41 WIB by Admin  121x    News

KUDUS (14/2) - Bupati Kudus H.M. Tamzil berkomitmen penuh dalam upaya mensejahterakan guru swasta di Kudus. Usaha tersebut diwujudkan dengan memberikan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) sebesar satu juta rupiah setiap bulan, keanggotaan BPJS Kesehatan maupun perlindungan pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, dirinya juga mencanangkan bantuan rumah murah untuk guru swasta. Hal ini disampaikan H.M. Tamzil saat bertemu guru dan kepala sekolah swasta se-kecamatan Kota di SMA 2 Kudus, Kamis (14/2).

Pemerintah akan membantu untuk membuat bangunan rumah secara gratis.  Hal tersebut bisa terlaksana ketika telah ada komunitas sebanyak 10-15 orang untuk mencari tanah dengan harga murah. “Carilah tanah yang harganya minimal 150 ribu hingga 200 ribu rupiah per meter agar tak berat untuk bapak ibu,” ujarnya. Untuk luas tanah, dirinya menyampaikan cukup sekitar 60-100 m2.

H.M. Tamzil juga menyampaikan bahwa rumah untuk para guru ini nantinya bertipe 36 dengan dua kamar tidur. “Rumah yang nanti akan saya bantu untuk pembangunannya adalah rumah tumbuh. Maksudnya, kalau punya uang lebih diperbolehkan untuk diperlebar atau dibuat berlantai,” ujarnya. Dirinya optimis bahwa guru swasta bisa mengakses rumah murah ini. “Saya sudah meminta izin oleh PUPR maupun BTN,”ujarnya.

Program ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo tentang program rumah yang terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dimulai pada 2015. Program ini menjamin rumah dengan uang muka 1% dan cicilan Rp 800 ribu – Rp 1,3 juta.  Rumah terjangkau ini seluas 25 m2 dengan luas tanah 60 m2 sudah bisa dihuni. Sementara itu, Bank BTN berperan sebagai pemberi kredit pemilikan rumah (KPR).

Dalam acara sosialisasi program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan pada guru penerima dan hibah Kab Kudus, H.M. Tamzil juga berencana untuk meningkatkan kemampuan guru swasta. Peningkatan kemampuan ini dilakukan dengan cara pelatihan yang akan berlangsung di PBG (Pusat Belajar Guru). “Sudah ada pengajar yang siap mengajar mengenai bagaimana guru harus lebih berkualitas,” ujarnya. Peserta pelatihan adalah guru ASN maupun penerima TKGS. Pelatihan ini nantinya akan berlangsung dua hari dan dibagi ke beberapa gelombang. Setiap gelombang terdiri dari 100-150 guru.

H.M. Tamzil menuturkan semua program tersebut merupakan upaya pemerintah kabupaten Kudus untuk menghormati para guru. “Saya ingin tak ada sekat antara guru pemerintah (ASN) maupun guru swasta,” ujarnya. Dirinya berharap dengan adanya semua bantuan ini, guru semakin semangat mendidik anak-anak Kudus agar cerdas, modern dan religius.