Ramah Difabel, Pasar Kliwon Raih Penghargaan Kementerian Perdagangan RI

 12-03-2019 15:27 WIB by Admin  114x    News

Tangerang (12/3) - Upaya pemerintah kabupaten Kudus untuk mengelola dan mengembangkan pasar rakyat dengan baik serta menyediakan barang yang terjangkau bagi masyarakat diapresiasi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Kabupaten Kudus melalui pasar Kliwon mendapat penghargaan Terbaik III Kategori Pasar Rakyat Ramah Difabel. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Presiden RI Joko Widodo dalam acara Peresmian dan Penyerahan Penghargaan Pasar Rakyat Indonesia serta Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan RI di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang.

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengatakan prestasi dalam menstabilkan harga dan menyediakan bahan pangan bagi rakyat tak lepas dari peran bupati/walikota serta dinas yang telah bekerja keras. "Saya ucapkan terima kasih kepada kabupaten/kota seluruh Indonesia yang telah bekerja keras mewujudkan ketersediaan bahan pangan sehingga stabilitas harga tetap terjaga dengan baik," ungkapnya.

Selain itu, Enggartiasto Lukita membahas keseriusan pemerintah dalam pembangunan dan perbaikan pasar rakyat. Enggar menuturkan bahwa Presiden selalu menekankan bahwa pasar rakyat merupakan urat nadi perekonomian. Sehigga, pembangunan dan perbaikan 5 ribu pasar rakyat di seluruh Indonesia telah dikerjakan selama kurun waktu 2015 - 2018. "Bapak Presiden selalu menekankan bahwa urat nadi perekonomian bermula dari pasar rakyat. Maka, Kemendag membangun dan merevitalisasi 5 ribu pasar selama 2015 - 2018," imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyoroti pasar rakyat yang kini harus mulai diberikan perhatian khusus. Menurut orang nomor satu di Indonesia tersebut, pemerintah daerah harus siap menghadapi persaingan pasar global dikarenakan era digital yang telah masuk di Indonesia. Pihaknya menyerukan agar kabupaten/kota menyiapkan ekosistem online maupun ekosistem offline bagi pasar. "Ini harus hati-hati betul. Kita harus siapkan ekosistem online dan offline. Kita perbaiki ekosistem offline agar siap menuju ekosistem online," tuturnya.

Presiden juga menyerukan pemerintah kabupaten/kota untuk terus memantau pasar rakyat agar tetap menjadi pasar yang bersih, tidak becek, tidak berbau dan terdapat tempat parkir. "Jangan harap pasar rakyat jadi tujuan pembeli kalau kriteria bersih, tidak becek, bersih dan terdapat tempat parkir tidak terpenuhi. Ini yang harus diperhatikan bupati/walikota," tegasnya.

Bupati Kudus H.M. Tamzil yang berkesempatan hadir dalam acara tersebut didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sudiharti mendukung apa yang menjadi arahan Presiden. Saat kunjungan ke beberapa pasar di Kudus, bupati selalu menekankan tentang kebersihan dan kenyamanan pasar tak terkecuali keramahan terhadap penyandang disabilitas. "Setiap kali kunjungan ke pasar, selalu saya tekankan ke bu kadinas agar selalu mengontrol pasar supaya bersih, tidak bau dan tentunya nyaman untuk pengunjung. Tentu, penghargaan ini harus kita jadikan untuk lebih semangat memperbaiki pengelolaan pasar di Kudus," katanya.

Sebagai tambahan informasi, Terbaik I Kategori Pasar Rakyat Ramah Difabel diberikan kepada Pasar Tanggul kota Surakarta. Sementara, Terbaik II jatuh ke Pasar Rejowinangun kota Magelang. Terakhir, Terbaik III diraih Pasar Kliwon kabupaten Kudus.