Bupati Kudus Kembali Serahkan Bansos Santunan Kematian di 3 Kecamatan

 13-03-2019 15:51 WIB by Admin  123x    News

KUDUS-Bupati Kudus H.M. Tamzil kembali menyerahkan bantuan sosial berupa santunan kematian di Kecamatan Kota, Kecamatan Jekulo dan Kecamatan Dawe. Penyerahan masing-masing dilakukan di Balai Desa Burikan kepada 181 ahli waris, Balai Desa Honggoaoco kepada 238 ahli waris dan Balai Desa Rejosari kepada 176 ahli waris.

Santunan kematian yang diberikan oleh pemerintah daerah merupakan wujud turut berbelasungkawa kepada masyarakat untuk keluarga yang ditinggalkan. Santunan diberikan berupa uang tunai sebesar 1 juta untuk warga meninggal karena sakit atau lansia sedangkan 2,5 juta untuk warga meninggal karena kecelakaan. Sebagaimana yang dilaporkan oleh Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus Lutful Hakim, santunan kali ini merupakan hasil usulan untuk periode Januari 2018 sampai Oktober 2018. Sedangkan mulai Januari tahun ini, H.M Tamzil mengungkapkan bahwa bansos santunan kematian dapat langsung cair dalam satu hari dengan mengajukan surat keterangan dari desa ke Dinas Sosial. “Sekarang tidak usah menunggu satu berbulan-bulan bahkan setahun, mulai Januari 2019 bisa satu hari cair,” ujarnya. Dengan santunan satu hari cair, diharapkan dapat membantu biaya pemakaman dan tahlil supaya ikut meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Selain itu, H.M. Tamzil juga menyampaikan beberapa program unggulan lainnya yang sudah berjalan. Diantaranya tunjangan Rp.1 juta kepada Guru Madrasah Diniyah dan swasta dan bantuan Rp.50 ribu per-hari untuk pasien RSUD Kelas 3. Sedangkan program santunan sebesar 250 ribu bagi anak yatim piatu saat ini sudah ada 4000 anak bakal penerima santunan dan masih proses verifikasi oleh Dinas Sosial.

Mulai tahun ini, pemerintah daerah juga memberikan BPJS Kesehatan secara gratis kepada masyarakat dan iuran tiap bulan akan ditanggung menggunakan pendapatan daerah dari bea cukai rokok. Bagi masyarakat yang belum mempunyai BPJS Kesehatan dihimbau untuk segera membuat selagi masih sehat. "Namanya manusia ada kalanya sakit, untuk yang belum, segera diurus mumpung masih sehat bawa KTP KK ke Puskesmas atau minta bantuan Kepala Desa," katanya. Dirinya menarget untuk tahun ini masyarakat pemegang kartu BPJS Kesehatan dapat mencapai angka 96 persen. Program ini semata-mata bertujuan untuk membantu masyarakat terutama yang kurang mampu supaya tidak perlu lagi memikirkan biaya perawatan dan pengobatan ketika sakit.

Bantuan berupa beras dan telur dari Program Keluarga Harapan (PKH) juga menjadi perhatian H.M. Tamzil dalam hal ketepatan penerima bantuan. Dirinya menghimbau kepada pendamping PKH di tiap desa agar lebih selektif dan teliti dalam memilih penerima bantuan tersebut. "Pendamping PKH desa bisa keliling jemput bola, sekalian survei biar tepat sasaran sehingga yang menerima benar-benar masyarakat kurang mampu," tuturnya.