Bupati Menghadiri Pengajian Bersama KH. Anwar Zahid di Masjid Agung Kudus

 15-04-2019 08:26 WIB by Admin  681x    News

KUDUS - Sabtu (13/4), Bupati Kudus H.M. Tamzil menghadiri pengajian dalam rangka peringatan Isra' Mi'raj di Masjid Agung Kudus yang menghadirkan KH. Anwar Zahid sebagai pembicara. Pengajian tersebut diselenggarakan oleh pengurus Masjid Agung Kudus, Mubarokfood, dan jemaah pengajian rutin ahad pagi tiap awal bulan.

H.M. Tamzil mengajak jamaah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa melalui peringatan Isra' Mi'raj ini. Dirinya juga meminta agar jemaah untuk selalu rajin menghadiri pengajian dalam rangka Isra' Mi'raj dan Maulid Nabi, sehingga nuansa religius di Kabupaten Kudus tetap kental. "Sebagai bupati mengajak bahwa dari waktu ke waktu dan tahun ke tahun,  Insya Allah kita di Indonesia tidak akan putus, selalu memperingati Isra' Mi'raj dan Maulid Nabi," ajaknya.

"Hampir setiap malam, setiap hari, setiap minggu ada undangan peringatan, setelah ini saya juga melanjutkan ke tiga (pengajian), kiainya sama Pak Zahid. Kedua ke Demangan Ploso, ketiga Piji," ujarnya. Menurutnya, hal itu menandakan bahwa di Kabupaten Kudus selalu ingat dan selalu berselawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan selalu berselawat, dirinya yakin semua urusan akan menjadi ringan atas izin Allah SWT.

KH. Anwar Zahid mengaku turut prihatin dengan kondisi masyarakat yang saling hujat hanya karena berbeda pandangan dalam pilpres (pemilihan presiden). Oleh karena itu, ia berpesan kepada jemaah untuk tidak terbawa arus di media sosial yang cenderung panas saat ini.  “Saya sudah sering bilang dimana-mana pokoknya prinsipnya bagimu agamamu, bagiku agamaku. Demikian pula untuk urusan capres, bagimu capresmu, bagiku capresku,” tuturnya.

Ia menambahkan, masyarakat seharusnya tidak perlu mempermasalahkan perbedaan pandangan pilihan pasangan capres-cawapres, karena tiap pasangan memiliki keunggulan masing-masing. “Baik nomor urut 01 maupun 02, adalah kader-kader terbaik bangsa yang ingin mengabdikan diri untuk negeri Indonesia tercinta,” katanya.

Sementara untuk pileg (pemilihan legislatif), menurutnya dapat membawa dampak positif di masyarakat, karena para caleg (calon lagislatif) menjadi rajin melakukan kegiatan sosial di masyarakat. “Para caleg ini yang tidak pernah senyum jadi senyum, tidak pernah menyapa jadi menyapa, diundang jadi sering hadir, dampaknya positif saya setuju kalau pileg seminggu sekali,” ujarnya disambut gelak tawa para jemaah.