Jalannya Pemilu di Kudus, Bupati : Masyarakat Antusias

 18-04-2019 07:51 WIB by Admin  642x    News

KUDUS (17/4) - Pemerintah kabupaten Kudus ingin memastikan jalannya Pemilu 2019 berlangsung kondusif dan nyaman. Guna mewujudkan hal tersebut, bupati Kudus H.M. Tamzil bersama wakil bupati Kudus H.M. Hartopo mengunjungi beberapa TPS di enam kecamatan. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengecek situasi lapangan baik kesiapan penyelenggara pemilu maupun antusiasme masyarakat menyalurkan suaranya. Tak ketinggalan, Kapolres Kudus, Dandim 0722/Kudus, Kepala Kejaksaan Negeri Kudus, Sekretaris Daerah Kudus, dan unsur pimpinan lainnya turut mendampingi bupati dan wakil bupati.

Beberapa TPS yang berada di kecamatan Jati, Undaan, Mejobo, dan Jekulo, bupati mendapati proses pemungutan suara berlangsung aman dan lancar. Bahkan, angka partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak suaranya mencapai 80 persen hingga pukul 12.30 WIB. Capaian ini pun diapresiasi bupati. Menurutnya, masyarakat Kudus kian menyadari pentingnya menyukseskan pemilu. "Alhamdulillah sudah mencapai 80 persen. Tentu ini bisa meningkat karena masih ada sisa waktu setengah jam. Masyarakat semakin cerdas dan paham bahwa pemilu itu penting sehingga mereka antusias datang ke TPS," ungkapnya.

Usai mengunjungi TPS di empat kecamatan tersebut, bupati melanjutkan perjalanan menuju TPS di dua kecamatan terakhir yakni kecamatan Dawe dan Bae. Tiba di kecamatan Dawe, proses penghitungan suara telah dilakukan. Bupati dan rombongan sempat menyapa masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan jalannya tahapan pemilu. Bahkan, bupati sempat bercanda dengan pengunjung sebagai wujud keakraban pemerintah kepada masyarakat.

Selain itu, bupati pun turut melihat proses penghitungan suara serta mengingatkan petugas KPPS untuk teliti dalam melaksanakan penghitungan suara. Mengingat, terdapat 5 jenis kertas suara yang harus dihitung, baik suara untuk pemilihan presiden maupun untuk calon legislatif di berbagai tingkatan. "Saya ingin silaturahmi dengan warga dan petugas. Jangan sampai terlewat dalam menghitung karena jumlah jenis surat suara sangat banyak," ujarnya.