"PEREMPUAN dan BATIK"

 23-04-2019 07:46 WIB by Admin  615x    News

KUDUS - Siapa yang tak kenal Intan Avantie. Desainer busana level nasional. Anak dari desainer kondang Anne Avantie. Senin (22/4) Intan sharing perjuangannya dari masa kecil hingga sukses jadi desainer busana. Bersama para perempuan inspiratif lainnya.

Intan Avantie tampil sebagai guest star dalam Talkshow Perempuan dan Batik dalam judul Perempuan Berkarya. Yang digelar oleh Pemkab Kudus, Jawa Pos Radar Kudus bersama PT Nojorono. Selain Intan, panitia juga menghadirkan beberapa perempuan inspiratif dari Kudus. Seperti Ummu Asiyati, salah satu perajin batik asal Kota Kretek. Kemudian Nia Faradiska Nor Isfaiza, desainer muda yang juga alumnus SMK NU Banat Kudus. Lalu, panitia juga menghadirkan pengamat batik dan antropolog dari Universitas Indonesia, Notty J Mahdi.

Dalam talkshow yang digelar di Pendopo Kabupaten Kudus, para wanita wanita inspirasi ini memberikan pandangannya tentang perempuan dan batik. Raden Ajeng Kartini merupakan pelaku batik, beliau pernah membuat beberapa kain batik hasil karya sendiri dan sampai sekarang batik-batik RA.Kartini masih disimpan di museum RA.Kartini di Rembang.

Batik mempunyai banyak filosofi, sejarah cerita dari terciptanya suatu motif hingga warna batik. Motif Batik Kudus terinspirasi  dari budaya Cina, Jawa dan Eropa untuk warna merupakan perpaduan antara biru Pekalongan, merah Lasem, dan coklat Solo, sehingga memunculkan warna kuning Kudus yang biasa disebut lemah teles.

RinaTamzil dalam membuka talkshow mengungkapkan, sudah sejak lama beliau tertarik mengembangkan batik Kudus dengan kerjasama dinas terkait beserta para pengrajin batik, beliau membuat pelatihan membatik yang diikuti oleh para pelaku batik di Kab. Kudus. Selain melakukan pelatihan membatik, Pemkab Kudus juga melakukan branding mobil dinas dengan motif batik, sebagai salah satu upaya pelestarian batik Kudus. "Untuk pelestarian dan agar masyarakat mengenal batik asli Kudus," ungkapnya.

Rina Tamzil juga menambahkan dalam rangka membudayakan batik Kudus, seluruh jajaran OPD di Kab. Kudus diwajibkan memakai batik Kudus sebagai seragam yg dipakai 2 hari dalam satu minggu. Walaupun dalam perkembangnya batik Kudus yang ada saat ini adalah bukan batik-batik Kudus klasik tapi batik-batik kontenporer yang iconik karena lebih bisa diterima oleh masyarakat, seperti gambar menara, parijoto, gerbang Kota Kudus, dll "Kami, sudah memberikan himbauan kepada seluruh OPD beserta jajarannya untuk dapat berseragam batik Kudus 2 hari dalam satu minggu" tambahnya.

Selain talkshow, acara pada siang ini juga dimeriahkan dengan penampilan parade fashion show rancangan dari Intan Avantie dan SMK Nu Banat Kudus. Dan acara ini sangat diapresiasi dan diharapkan bisa secara kontinue diselenggarakan.