Mesin Baru, PG Rendeng Siap Giling 4 Ribu Ton Per Hari

 22-05-2019 07:49 WIB by Admin  101x    News

KUDUS – PG Rendeng tahun ini siap memulai proses penggilingan tebu menggunakan mesin baru. Hal tersebut diawali dengan prosesi selamatan pada selasa (21/5) yang dihadiri Wakil Bupati Kudus H.M. Hartopo, Direktur Utama PTP N IX Iryanto Hutagaol, Manajer PG Rendeng Agus Sulistianto, Ketua DPC APTRI Wilayah Kerja PG Rendeng H. Suharjo. Selama empat tahun terakhir, PG Rendeng mengalami kerugian akibat usia mesin yang sudah tua sehingga menghambat proses produksi gula kristal (gula pasir). Hal tersebut membuat PT Perkebunan Nusantara IX (PTP N IX) melakukan investasi sebesar 250 milar rupiah selama dua tahun terakhir. Angka tersebut dialokasikan untuk revitalisasi PG Rendeng dengan mengganti mesin lama dengan mesin baru. “Target kita saat ini musim giling, kita komplit siap giling dengan mesin baru dengan boiler baru,” ujar Direktur Utama PTP N IX Iryanto Hutagaol. Dirinya menjelaskan dengan mesin baru mampu meningkatkan jumlah produksi per hari, dari 2500 Ton/Hari menjadi 4000 Ton/Hari. Dikarenakan tahap revitalisasi saat ini mencapai 87%, sehingga diperkirakan produksi efektif musim ini sekitar 3000 Ton/Hari. “Revitalisasi bisa difungsikan tuntas bulan september, ada beberapa masih dengan mesin yang lama, selama musim giling kita kita kolaborasikan mesin baru dan mesin lama, tahun ini masih trial,” ucapnya. Pihaknya berharap dengan mesin baru dapat mengatasi beban operasi yang berat, sehingga meningkatkan tingkat produktivitas dibanding tahun sebelumnya. “Dengan mesin yang baru tentunya kita harapkan bisa menguntungkan tahun ini, paling tidak balik modal tahun ini, target 5-10 miliar pertahun,” jelasnya. Iryanto juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi prabik gula dalam waktu yang akan datang. “Tantangan sebagai prabik gula, bagaimana membuat rakyat tertarik untuk menanam tebu yang seyogyanya jumlahnya cukup untuk prabik gula. Menarik minat petani melalui kerja sama proses penanaman pembibitan pendanaan dan pupuk, dengan kebersamaan maka ada jaminan tanaman tumbuh dengan baik. Luas lahan petani yang ada jika digunakan untuk menanam tebu sebenarnya cukup, karena ada beberapa petani beralih dari menanam tebu,” pungkasnya. Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus juga akan terus mendukung upaya-upaya dalam meningkatkan produksi gula lokal. Wakil Bupati Kudus H.M. Hartopo menginstruksikan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus untuk bersinergi dengan PG Rendeng melalui program pemberdayaan petani. "Dari pemerintah daerah ingin mensupport, karena ini demi rakyat, Prabik Gula Rendeng kalau tidak ada rakyat menanam tebu,tutup. Maka dari pemerintah daerah ingin mensupport petani-petani tebu supaya terus giat menanam, dan dari Dinas Pertanian bisa menjalin kemitraan yang baik untuk petani-petani tebu," tuturnya. Atas nama pemerintah kabupaten, dirinya mengapresiasi dimulainya musim giling dan berharap PG Rendeng dapat selalu meningkatkan sarana dan prasarana produksi gula. “Saya ucapkan selamat dimulainya penggilingan ini, harapan pemerintah semoga selalu lancar dimudahkan dan tentunya dengan hasil yang memuaskan, dalam hal ini untuk PG Rendeng bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas setiap tahun,” imbuhnya. Ketua DPC APTRI Wilayah Kerja PG Rendeng H. Suharjo menyampaikan bahwa sebagai mitra PG Rendeng, para petani pun terus berupaya meningkatkan hasil panen tebu melalui sistem tebang tebu yang sesuai ilmu pertanian. "Untuk disiplin dalam sistem tebang, petani harap menengok prabik-prabik sebelah, biasanya pabrik-prabik yang hasilnya bagus kinerja tebangnya bagus," ujarnya. Sementara itu, Manajer PG Rendeng Agus Sulistianto mengungkapkan diselenggarakannya prosesi selamatan semata-mata untuk menghormati tradisi yang diselenggarakan setiap musim giling. “Prosesi nganten tebu itu budaya turun - temurun dari zaman dahulu yang membuat nyaman petani, karyawan, sehingga kita teruskan. Suatu ritual yang merupakan wujud syukur kapada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.