Bupati Apresiasi Ulama dalam Mendinginkan Proses Demokrasi

 01-06-2019 22:45 WIB by Admin  103x    News

KUDUS – Bupati Kudus H.M. Tamzil mengapresiasi peran alim ulama dalam mendinginkan proses demokrasi pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) di Indonesia khususnya di Kabupaten Kudus. Hal itu disampaikannya ketika menghadiri darusan (tadarus) umum pada malam khataman yang diselenggarakan oleh Pengajian Pitulasan Al-Masjidil Aqsha Menara Kudus di Gedung Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Jumat (31/5). Proses demokrasi Pilpres dan Pileg di Kabupaten Kudus telah berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Selain peran TNI, Polri dan Bawaslu, H.M. Tamzil menyadari hal tersebut tak lepas dari peran alim ulama. Sebagai tokoh masyarakat, alim ulama dipercaya mampu menjadi pendingin di tengah-tengah hangatnya proses demokrasi. Seperti yang diketahui, proses demokrasi dari pemungutan suara hingga pengumuman resmi KPU dalam kurun satu bulan telah meningkatkan tensi politik. Oleh sebab itu, alim ulama sudah seharusnya menjadi peredam di tengah-tengah gejolak masyarakat. “Mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat yang memahami betul bahwa proses-proses demokrasi sudah kita jalankan dengan taat sesuai dengan aturan. Alhamdulillah para alim ulama selalu mendoakan kita di Indonesia khususnya di Kudus bagaimana beliau sebagai pendingin, sebagai peredam yang paham betul sejarah masuknya islam ke Indonesia. Insya Allah kita akan menjadi adem, dingin. Indonesia saat ini menjadi kiblat para ulama dunia dalam kehidupan beragama dan kehidupan bertoleransi yang sampai detik ini berjalan dengan baik, walaupun ada di sana sini yang ingin memecah belah kita. Insya Allah dengan doa, selawat, tahlil kita akan bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar H.M. Tamzil dalam membuka sambutannya. Sebelumnya, juga turut membuka darusan umum tersebut pada awal Ramadan, Selasa (7/5). Ketika itu, ia berjanji akan hadir dalam tadarus malam khataman sebagai penutup rangkaian tadarus 30 juz. Ia bersyukur dapat hadir kembali secara langsung dalam acara penutupan atau khataman itu. “Alhamdulillah malam ke 27 saya masih bisa bersilaturrahim dengan warga masyarakat Kudus dan sekaligus para alim ulama, kiai,” tuturnya. Tadarus 30 juz oleh telah selesai. Para jemaah diajak memanjatkan doa dan syukur bersama-sama. “Bersyukur pada malam hari ini telah dibacakan khatam Quran dan doa khatam. Mari kita saling mendoakan insya Allah masalah-masalah kita bisa terselesaikan rezeki kita bisa lancar dan insya Allah kita diberi istikamah,” ajaknya. Sebelum mauidhoh hasanah dan doa oleh Gus Muwafiq dimulai, H.M. Tamzil sekali lagi mengapresiasi panitia pengajian dan masyarakat yang telah hadir secara rutin dalam kegiatan tadarus tersebut. “Saya selaku bupati Kudus menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada panitia dan sekaligus warga masyarakat pengikut Pengajian Pitulasan Al-Masjidil Aqsha Menara Kudus yang secara rutin tiap malam dihadiri kurang lebih sekitar 2000-3000 jamaah. Ini menandakan bahwa kita semua diberi keimanan dan ketaqwaan bahwa kita melangkah ke aula ini dengan mudah. Inilah tanda-tanda kita magfirah dan rahmat oleh Allah SWT,” tandasnya.