Hadiri HUT Koperasi Ke 72, Wakil Bupati : Perlu Kesepakatan Penetapan Suku Bunga Agar Tak Terkesan Seperti Lintah Darat

 17-07-2019 12:13 WIB by Admin  62x    News

Kudus - Sarasehan dan tasyakuran Hari ulang tahun koperasi ke 72 yang bertemakan "Reformasi Total Koperasi Di era Rovolusi Industri 4.0" yang jatuh pada tanggal 12 juli kemarin telah dilaksanakan siang ini (16/07/2019) di aula kantor Dekopinda yang berada di komplek perkantoran Mejobo Kabupaten Kudus. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati HM Hartopo, Kepala Dinas Naker, Perinkop dan UKM, Ketua Dekopinda Drs. Kasban Sumintarja, Para pengurus, pengawas, pengelola dan anggota, penggiat koperasi se kabupaten kudus, serta para tamu undangan.
 
 
Dalam acara tersebut disampaikan oleh ketua Dekopinda Drs. Kasban Sumintarja bahwa acara hari ini merupakan rangkaian penutup kegiatan Harkopnas tahun ini yang telah dilakukan di beberapa daerah, dari mulai senam aerobik, Donor darah, jambore dan lainya. " Tujuan diadakanya beberapa acara dalam Harkopnas adalah selain untuk menciptakan inovasi, pola pekerjaan, dan dimensi baru dalam perkoperasian, juga untuk mengadakan kegiatan bakti sosial berupa santunan anak yatim agar manfaat dari pembentukan koperasi dapat dirasakan oleh semua pihak" Terangnya.
 
 
Sementara itu, Wakil Bupati Kudus dalam sambutanya menyampaikan bahwa seiring perjalanan waktu, Perjalanan koperasi telah mencapai usia 72 tahun. Hal itu tentunya telah memberikan kontribusi yang bagus dalam perjalanan ekonomi bangsa. Oleh karena itu tema Reformasi  Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0 yang mengandung tekad dan semangat agar koperasi melakukan reformasi baik dalam kelembagaan, peningkatan SDM, produk yang semakin berkualitas, maupun kuat dalam permodalan. "Dengan kondisi demikian maka saya yakin koperasi akan semakin tumbuh kuat sebagai gerakan ekonomi rakyat  dan soko guru perekonomian nasional sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat". Ungkapnya.
 
 
Dilain sisi, HM Hartopo juga menyinggung tentang beberapa kebijakan yang menerapkan  penetapan suku bunga yang terlampau tinggi, dirinya meminta koperasi yang ada di Kudus agar tidak terkesan seperti lintah darat. Terutama dalam menentukan suku bunga kredit yang diterapkan kepada nasabah.
 
Hal itu disampaikan Hartopo saat sambutanya dalam acara HUT ke-72 Koperasi Kabupaten Kudus, Ia mengatakan, tak jarang koperasi terkesan liar. Pasalnya, bunga yang diterapkan di masing-masing koperasi berbeda-beda. Ada yang bunganya lima persen, namun ada pula yang bunganya lebih dari itu. “Akibatnya,penilaian masyarakat terhadap koperasi cenderung negatif, bahkan sering disamakan dengan lintah darat . hal itu juga akan berdampak pada koperasi yang menerapkan tingkat suku bunga dengan wajar,” ujarnya.
 
Dirinya juga menyebutkan, di Kudus ada sebuah asosiasi yang membawahi koperasi. Salah satunya Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kudus. Oleh karena itu, Ia meminta untuk memaksimalkan kinerja dengan melalukan pengawasan terhadap peredaran suku bunga yang diterapkan masing-masing koperasi.
 
"Melalui pertemuan ini diharapkan terjadi kesamaan tingkat suku bunga minimal dan maksimal di masing-masing koperasi agar tidak ada lagi yang namanya persaingan tidak sehat. Melalui pertemuan ini pula diharapkan bisa mencari solusi cara penangana napabila ada kredit macet, bagaimana untuk menentukan bunga minimal dan bunga maksimal. Sehingga sama merata,” Pungkasnya.