Pentas di TMII, Kudus tampilkan sendratari legenda Kaliputu dan kirab jenang tebokan

 19-08-2019 07:47 WIB by Admin  131x    News

Jakarta – Kudus memiliki banyak legenda yang berisikan kisah asal muasal suatu daerah. Salah satunya adalah desa Kaliputu, yang dikenal sebagai sentra produksi jenang Kudus. Legenda ini kemudian diangkat dan disajikan dalam bentuk sendratari saat Kabupaten Kudus mendapat kesempatan tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta (18/8).

Dihadapan Plt Bupati Kudus, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK), Ketua Paguyuban Jawa Tengah, Ketua Badan Penghubung Jawa Tengah dan masyarakat Kudus yang tinggal dan berdomisili di Jakarta, sendratari ini dibawakan dengan indah oleh sanggar tari Cak Kisut.

Tak hanya sendratari legenda Kaliputu, tim yang beranggotakan 35 orang ini juga menyajikan pertunjukan yang menggambarkan suasana kirab jenang tebokan. Sebuah kirab yang rutin diadakan warga desa Kaliputu setiap tanggal 1 Muharram, sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah usaha jenang yang dijalani. Menurut keterangan Wahyu Haryanti, Plt. Kadinas Budpar Kabupaten Kudus, penampilan tim kesenian ini di anjungan Jawa tengah TMII membawa misi untuk mengenalkan dan mempromosikan tradisi budaya di kabupaten Kudus.

Kesempatan yang strategis tersebut juga dimanfaatkan untuk sekaligus juga mengenalkan beragam produk unggulan dan sajian kuliner khas Kudus. “Beberapa diantaranya adalah batik khas kudus, jenang kudus, kopi muria, dan sirup parijotho,” imbuhnya. Sementara untuk kulinernya, lentog dan soto kudus menjadi pilihan untuk disajikan secara gratis kepada tamu undangan dan pengunjung.

Plt Bupati Kudus, HM Hartopo, yang hadir secara pribadi pada kesempatan tersebut, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan kesempatan kepada Kabupaten Kudus untuk melaksanakan kegiatan ini. “Kegiatan ini saya nilai besar manfaatnya untuk menyegarkan apresiasi masyarakat terhadap potensi lokal baik dari sisi ekonomi, sosial dan budaya,” tuturnya.

Itulah sebabnya, dirinya menyambut baik dan apresiatif pelaksanaan acara tersebut. “Saya berharap agar upaya nguri-nguri budaya ini benar-benar membawa semangat mengembalikan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar kearifan lokal masyarakat kita, di tengah derasnya arus pengaruh budaya global,” pungkasnya.