BAMAG Kabupaten Kudus Periode 2019-2024 Resmi Dilantik

 20-08-2019 07:35 WIB by Admin  217x    News

KUDUS - Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Kudus periode 2019-2024 secara resmi dilantik. Pelantikan dilakukan oleh perwakilan BAMAG Provinsi Jawa Tengah Pendeta Joko Sukono dan disaksikan oleh 32 utusan gereja se-Kabupaten Kudus. Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo turut menyaksikan prosesi pelantikan yang berlangsung di Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Kudus Rayon 2, Jl. Diponegoro No.9, Senin (19/8).

Ketua BAMAG Kabupaten Kudus periode 2013-2018, Herin Kahadijayanto, menyampaikan bahwa kepengurusan lama telah berakhir pada Desember 2018. Pada periode tersebut BAMAG Kabupaten Kudus belum visi misi dan program kerja, sehingga hanya mengikuti program kerja BAMAG Provinsi dan Nasional. Meski begitu, berbagai kegiatan rutin keagamaan telah dilaksanakan.

"Kegiatan-kegiatan rutin dilakukan tiap bulannya. Setiap Selasa minggu kedua dilakukan kegiatan bersama persektuan pendeta dan tokoh gereja di gereja anggota. Sekolahan minggu dilakukan secara bergiliran oleh guru diakonia. Minggu malam, melayani siaran mimbar rohani di Radio Suara Kudus," terangnya.

Herin Kahadijayanto yang dipercaya kembali menjadi Ketua BAMAG periode 2019-2024 mengaku telah mempersiapkan rencana dan program kerja BAMAG Kabupaten Kudus kedepan. Diantaranya dengan pembentukan bidang atau Departemen Pria Dewasa dan Departemen Hukum. Dengan struktur kepengurusan baru yang lebih lengkap, pihaknya optimis mampu melayani umat kristiani di Kabupaten Kudus dengan lebih maksimal. "Adanya kepengurusan yang lebih lengkap, kami siap melayani umat dengan penuh kasih. Menjaga hubungan vertikal kepada Tuhan dan hubungan horizontal yakni kemanusiaan," katanya.

Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan BAMAG Kabupaten Kudus periode baru. Program kerja yang telah disampaikan oleh ketua, diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat utamanya umat kristiani. Pihaknya juga menyampaikan bahwa toleransi umat beragama di Kabupaten Kudus telah berlangsung harmonis. "Di Kabupaten Kudus ini sangat kondusif karena masyarakat Kudus sangat toleran dalam beragama, karena tiap keyakinan itu baik sesuai ajarannya masing-masing," ujarnya.

Dirinya juga berpesan kepada BAMAG Kabupaten Kudus sebagai organisasi kemasyarakatan untuk berkontribusi dalam upaya peningkatan SDM, khususnya pada masyarakat Kudus. "Kita semua bersatu punya ideologi yang sama sebagai warga negara Indonesia. Sesuai dengan tema HUT RI, membangun SDM perlu dilakukan secara berjenjang. Mulai dari mindset menjadi baik, melalui pendidikan yang tidak harus formal, bisa non-formal lewat bimtek atau workshop. Saya yakin Indonesia akan maju." tuturnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kudus Noor Badi mengungkapkan, diantara 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah belum semuanya memiliki BAMAG. Dirinya menilai, terbentuknya BAMAG di Kabupaten Kudus merupakan hasil komunikasi dan kerja sama yang baik bersama Kemenag. Pihaknya berpesan agar BAMAG Kabupaten Kudus turut menjaga toleransi umat beragama di Kabupaten Kudus yang telah berjalan dengan baik. "Kemajemukan di indonesia menjadi suatu keindahan, mari kita saling menghargai dan menghormati," ujarnya.