Plt. Bupati Dorong Tokoh Lintas Agama Selalu Jaga Kondusifitas

 07-09-2019 07:50 WIB by Admin  71x    News

KUDUS - Kedekatan tokoh antar umat beragama terasa ketika hadir dalam HUT ke-80 Gereja Paroki St. Yohanes Evangelista, Jumat (6/9). Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo yang hadir ikut mengajak para tokoh lintas agama bersatu demi Kudus yang maju dan kondusif.

Pihaknya menyatakan selama ini Kudus dikenal menjadi kabupaten yang jauh dari konflik SARA. Masyarakat Kudus dikenal tidak mudah terhasut oleh berita hoax dan tidak mau diadu domba. Hal itu tak lepas dari upaya para tokoh agama menjaga perdamaian di tingkat masyarakat.

Saat ini, banyak sekali gesekan bernuansa SARA yang berusaha mencerai berai masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, H.M.Hartopo mengimbau agar para pemuka agama terus mengedukasi masyarakat agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan.

"Kudus yang sudah baik ini jangan sampai tersulut oleh berita hoax oleh orang yang tak bertanggung jawab. Kita jangan mudah diadu domba dan terpecah belah. Mari bergandengtangan mewujudkan Kudus yang maju dan damai. Jadikan Kudus menjadi ikon kota yang toleran di Indonesia, karena kita semua sama-sama berideologi Pancasila," ucapnya.

Selain itu, Gereja Paroki St. Yohanes Evangelista yang telah berumur 80 tahun dipandang H.M. Hartopo sebagai bukti gereja berhasil melayani masyarakat dengan baik. Pihaknya berharap, pertambahan usia menjadikan gereja semakin maju dan hebat. Apalagi, pihak gereja selalu baik dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar hal tersebut dibuktikan gereja membuka lahan parkirnya untuk wali murid SMP 1 Kudus yang hendak menjemput anaknya. Begitu pula bernagai kegiatan sosial yang diadakan oleh gereja.

"Saya atas nama pemerintahan daerah mengucapkan selamat ulang tahun ke-80 untuk Gereja Paroki St. Yohanes Evangelista. Semoga bertambahnya usia menambah kedewasaan gereja dalam membina jamaah. Semoga gereja bisa selalu bermanfaat untuk jamaah Katolik pada khususnya dan Kudus pada umumnya," tuturnya.

Kepala Gereja Paroki St. Yohanes Evangelista Romo Leonardo Tina Kusuma MSF memaparkan upaya gereja untuk memberikan manfaat pada masyarakat sekitar. Pihak gereja selama ini juga berusaha selalu menjaga kondusifitas Kudus dan bersama-sama membangun Kudus. Berbagai kegiatan pembinaan maupun kepengurusan di berbagai bidang baik ekonomi, sosial, dan pendidikan membuktikan komitmen gereja ikut memajukan Kudus.

"Kami ikut bertanggung jawab atas perdamaian dan kemajuan Kudus. Oleh karena itu kami mempunyai pengurus yang membidangi berbagai sektor," jelasnya.

Pihaknya menyampaikan peringatan ulang tahun telah dipersiapkan selama setahun. Tahun ini, konsep ulang tahun gereja adalah berdialog dengan tokoh lintas agama dan mengajak bersinergi menjaga Kudus agar kondusif.

Hal tersebut juga disepakati oleh Ketua MUI Kudus Ahmad Hamdani. Setiap agama mempunyai tugas terkait penghayatan keagamaan bagi pemeluknya. Apabila penghayatan agama dimaknai dengan benar, maka yang ada hanyalah kedamaian dan persatuan. Apalagi sikap toleransi telah diajarkan oleh pendahulu, Sunan Kudus, yang tidak menyembelih sapi untuk menghormati pemeluk agama Hindu. "Semoga hanya kesejukanlah yang kita semua rasakan di Kudus," harapnya.