Lomba Posyandu, Mawar Hartopo Apresiasi Inovasi Desa

 12-09-2019 19:40 WIB by Admin  103x    News

KUDUS - Tim penilai lomba posyandu tingkat Kabupaten Kudus kembali melanjutkan verifikasi lapangan dan administrasi. Penilaian pada Kecamatan Dawe dilakukan di Posyandu Krida Sehat 1 pada Balai Desa Kuwukan, Kamis (12/9). Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Hj. Mawar Hartopo hadir beserta rombongan tim penilai yang terdiri dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Disdikpora, dan Dinas Sosial P3AP2KB.

Desa Kuwukan termasuk ke dalam desa kecil di Kabupaten Kudus dengan jumlah penduduk sebanyak 1800. Meski begitu, Pemdes Kuwukan selalu melakukan inovasi-inovasi program untuk dapat bersaing dengan desa lain. Kepala Desa Kuwukan Sularno mengungkapkan bahwa pemerintah desa bahkan secara khusus menganggarkan 2,43 persen dari APBDes untuk bidang kesehatan.

"Hal tersebut berkat program Pemdes bersama UPT Desa, dan forum kesehatan desa. Pemdes memfasilitasi sarpras posyandu, pemberian makanan tambahan pada posyandu lansia maupun balita, memfasilitasi program jambanisasi. Sudah ratusan jambanisasi yang kami anggarkan dari dana desa. Bahkan, kader kesehatan dalam penyuluhan dan sosialisasi, kami memberikan fasilitas uang transport," ungkapnya.

Dalam rangka mempersiapkan penilaian lomba, Pemdes Kuwukan telah memperkuat sasaran-sasaran di bidang kesehatan melalui posyandu. Hal tersebut didukung dengan adanya posyandu dengan strata mandiri dan purnama, posyandu lansia, posyandu jiwa, kelas ibu hamil dan balita, kelas stunting, serta kunjungan rumah oleh para kader posyandu. Sularno menyebut, di desanya terdapat sejumlah 28 bayi usia 0-12 bulan, 104 balita usia 1-5 tahun, 26 ibu hamil, 344 pasangan usia subur, 415 wanita usia subur, dan 498 lansia.

"Kemudian pada permasalahan kesehatan di desa, alhamdulillah jumlah kematian ibu dan bayi nihil, dan kasus gizi buruk tidak ada. Sementara untuk jumlah ibu hamil resiko tinggi ada 5 orang, kasus gizi kurang ada 18 anak, stunting 12 anak, pasangan usia subur yang ikut KB ada 82,5 persen," jelasnya.

Adanya kasus anak yang mengalami stunting, Pemdes Desa Kuwukan melakukan inovasi melalui pencanangan Gemesin (Gerakan Mencegah Stunting). Gerakan tersebut merupakan penyuluhan rutin yang dilakukan pada hari senin, minggu kedua setiap bulannya. Diharapkan, dengan adanya gerakan tersebut mampu menekan angka stunting di tahun berikutnya.

Inovasi yang telah dilakukan oleh Pemdes Kuwukan mendapat apresiasi dari Mawar Hartopo. Angka stunting yang ada di Desa Kuwukan diharapakan dapat dikurangi, hal ini demi menyukseskan program pemerintah yaitu 2024 Indonesia bebas stunting. Selain itu, dirinya kembali mengingatkan masalah administrasi posyandu yang menjadi fokus penilaian dalam perlombaan tersebut. "Alhamdulillah, kalau ada inovasi dari TP PKK Desa, kader posyandu, dan pemerintah desa, sehingga pelayanan posyandu yang interaktif bisa terus dikelola," pungkasnya.