Kopi Muria, dari rasa hingga potensi wisata

 14-11-2019 22:20 WIB by Admin  141x    News

Semarang – Kabupaten Kudus memiliki beragam potensi unggulan. Selain wisata reliji yang sudah lebih dulu dikenal, kini muncul potensi baru dari lereng gunung muria, yaitu kopi muria. Pemkab Kudus bertekad menjadikan kopi muria sebagai ikon baru Kudus. Hal tersebut terungkap melalui diskusi bertajuk “ Jelajah kopi Muria: eksotisme agrowisata desa Colo” yang digelar Diskominfo Kudus bekerjasama dengan radio Idola Semarang bertempat di hotel Horizon Nindya Semarang.

Diskusi yang menampilkan Plt. Bupati Kudus-HM. Hartopo, ST,MM,MH, Plt. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kudus-Dra. Wahyu Haryanti dan Dosen FEB Undip-Dr. Maruto Umar Basuki SE, MSi., menggagas keberadaan kopi Muria.

Diakui oleh Plt Bupati Kudus bahwa sebetulnya Kopi Muria telah cukup dikenal sejak dulu, bahkan konon, kopi Muria telah diekspor ke Eropa dan menjadi salah satu favorit Ratu Wilhelmina, yang pernah memimpin Belanda lebih dari 50 tahun. Hal itu karena Kopi Muria juga memiliki aroma wangi dengan tingkat keasaman yg rendah. Di tingkat Jawa Tengah, keunggulan kopi tersebut menduduki posisi ke 5. Sementara di kancah nasional berada pada urutan ke 12.

“Selama ini para petani hanya menjual kopi hanya dalam bentuk biji mentah. Bahkan sering dijual secara ijon. Yang memprihatinkan, kopi tersebut bahkan kerap diklaim sebagai hasil kebun daerah lain,” jelasnya. Hal inilah yang ingin diubahnya. Menurutnya, dengan pengelolaan dan pengolahan yang baik serta promosi yang tepat, kopi Muria akan memiliki nilai lebih. “Dengan begitu, tentu harapannya adalah tingkat kesejahteraan petani kopi lebih meningkat.” imbuhnya.

Terlebih, menurut Plt Kadisbudpar Kabupaten Kudus, pihaknya ingin agar nilai lebih kopi muria dapat dirasakan tidak hanya oleh para petani, tapi juga oleh masyarakat desa disekitar perkebunan kopi. Oleh karena itu pihaknya telah menginisiasi perkebunan kopi tersebut untuk dikelola menjadi obyek wisata agro. Hal tersebut dilakukan dengan cara memotivasi petani dan komunitasnya, untuk “sadar wisata.” Mengingatkan mereka bahwa kopi memiliki “magnet” untuk menarik wisatawan untuk datang ke Muria. “Harapannya, wisatawan tertarik menikmati keindahan alam sambil ngopi,” terangnya.

Senada, Maruto Umar Basuki menyampaikan bahwa potensi wisata Kudus telah cukup dikenal, khususnya bagi yang sering melewati jalur pantura. “Terlebih jika kopi mampu dimunculkan menjadi ikon baru selain jenang, tentu ini akan luar biasa,” ujarnya. Dirinya menyarankan agar setiap brand kopi muria, memiliki ciri khasnya sendiri.

Di akhir diskusi, Plt Bupati Kudus membeberkan rencana pemkab Kudus untuk terus mengembangkan sekaligus mengintegrasikan potensi yang ada di lereng Muria. “Berbagai hal kita sempurnakan, termasuk akses ke sana. Ini kita lakukan agar wisatawan dapat merasa nyaman, dan betah berlama-lama disana,” pungkasnya.