Bupati Jembatani Mahasiswa Komunikasi dengan Pihak Kampus

 11-10-2021 07:56 WIB by Admin  88x    News

KUDUS - Sejarah Kampus Universitas Muria Kudus (UMK) tidak dapat dipisahkan dengan Pemerintah Kabupaten Kudus. Sebagai salah satu instansi yang terlibat dalam pembangunan UMK, Pemkab Kudus dapat menyampaikan aspirasi maupun saran kepada pihak kampus dari para mahasiswa UMK. Hal tersebut disampaikan Bupati Kudus Hartopo saat menerima audiensi dari mahasiswa UMK di Pendopo Kabupaten Kudus, Jum'at (8/10).
 
Hartopo juga mengundang ketua Yayasan Pembina (YP) Universitas Muria Kudus, J. Wahyu Wardhana dan pengawas untuk ikut mendengarkan keluh kesah dari mahasiswa. Pemerintah Kabupaten Kudus sebagai salah satu pemrakarsa UMK bersama stakeholder lainnya akan merespon aduan mahasiswa. Pihaknya menindaklanjuti laporan mahasiswa terkait adanya intimidasi kepada mahasiswa oleh salah satu oknum dosen dan pemilihan wakil rektor yang dianggap tidak transparan.
 
"Kami akan menindaklanjuti permasalahan ini. Setelah mendengar laporan mahasiswa, manajemen di UMK harus diperbaiki," ucapnya.
 
Pihaknya menegaskan adanya intimidasi di area kampus tidak dibenarkan. Pasalnya kampus adalah tempat para mahasiswa belajar untuk mencapai cita-cita. Civitas akademika harus bersinergi menciptakan kondusifitas sehingga mahasiswa nyaman untuk belajar dan berorganisasi. Hartopo mendukung berbagai evaluasi sehingga UMK menjadi tempat yang kondusif untuk belajar dan lebih maju.
 
"Kampus itu kan tempat para mahasiswa belajar dengan nyaman. Jadi adanya oknum dosen yang mengintimidasi mahasiswa sangat disayangkan," paparnya.
 
Sementara itu, ketua Yayasan Pembina (YP) Universitas Muria Kudus, J. Wahyu Wardhana mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kudus yang telah mendengarkan aspirasi dari para mahasiswa. Pihaknya akan melaksanakan tindaklanjut kepada rektor terkait laporan mahasiswa. Wahyu pun siap melindungi mahasiswa dari intimidasi kampus apabila terdapat pemberitaan negatif dari media massa.
 
"Kami akan tindaklanjuti ke rektor terkait laporan mahasiswa. Kami juga siap melindungi mahasiswa kalau sampai ada intimidasi dari kampus terkait pemberitaan negatif media setelah pertemuan hari ini," paparnya.(*)