TKI Asal Rahtawu Tewas di Malaysia

 15-04-2014 09:55 WIB by Admin  1588x    News

KUDUSNEWS.COM, Kudus - Pembantu rumah tangga asal Desa Rahtawu Kecamatan Gebog, Kudus, Sudarti (31 tahun) tewas di rumah majikannya di Malaysia. Menurut suami korban, Sutikno (32 tahun) pada Selasa (15/4) dari dokumen yang diterimannya, istrinya meninggal pada tanggal 7 April lalu karena dijerat pada lehernya.

Korban sebelumnya bekerja di Malaysia selama dua tahun, namun dengan majikan yang baru ini, korban baru bekerja selama 16 bulan. Dijelaskan oleh Sutikno, jenazah istrinya tiba di desanya pada Hari Kamis, 10 April pada jam 7 malam dengan pengawalan dari BNP2TKI. Sedangkan pemakaman dilakukan pada Hari Jum’at pagi, sehari setelah tiba dirumah duka.

Dituturkan oleh Sutikno, dalam dokumen tersebut korban bekerja pada keluarga Tan Chai Eng, dan selama ini memang tidak ada keluhan apapun dengan majikan yang baru ini. Alamat majikannya di nomor 32 Hala Klebang Restu 14 Taman Klebang Restu 13200 Ipoh.

Sedangkan korban sendiri saat ditemukan tewas, berada dialamat nomor 20 Persiaran Tawasbaru 4 Taman Tasek Mewah 31400 Ipoh. Korban dialamat tersebut adalah merawat dua orang nenek keluarga dari Tan Chai Eng.

Ditambahkan oleh Sutikno, dalam dokumen tersebut juga diceritakan saat pertama kali korban ditemukan tewas. Tanggal 7 April, sekitar pukul 7.30 pagi waktu setempat, majikan korban yakni Tan Chai Eng datang ke rumah tempat korban bekerja. Waktu itu, pintu depan dalam kondisi terkunci. Setelah pintu depan dibuka, Nampak korban dalam posisi tertidur, lalu Tan Chai Eng meminta istrinya membangunkan korban Sudarti. Namun ketika dibangunkan, korban sudah dalam keadaan tewas. Lalu pihak majikan melaporkan ke polisi.

Ditegaskan oleh Sutikno, pihaknya meminta kepada aparat kepolisian di Malaysia untuk mengusut kasus kematian istrinya. Bila memang korban dibunuh, dia berharap pelakunya dapat segera ditangkap. Dia juga meminta kepada pihak Dinsosnakertrans Kabupaten Kudus, agar ikut membantu menyurati pihak BPN2TKI supaya mengusut tuntas kasus ini. (roy/red)