Hati-hati dengan maraknya kejahatan gendam

 17-04-2014 11:03 WIB by Admin  1823x    News

KUDUSNEWS.COM, Kudus - Bagi anda pemilik toko, baik kelontong maupun pakaian, yang berada diperkampungan, harap berhati-hati. Pasalnya, sekarang sedang marak peristiwa gendam terhadap pemilik toko, yang membuat mereka kehilangan barang dengan nilai jutaan rupiah.

Salah satu korbannya bernama Yeni, pemilik toko baju ”Niken”, yang beralamat di RT 2/RW 3, Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati. Pada Rabu 16 April 2014 kemarin, kedatangan seorang pembeli, yang ternyata malah seorang pelaku pencurian dengan cara menggendam korbannya.

Yeni menceritakan, Kamis 17 April 2014, saat kejadian sekitar pukul 13.00. Saat itu, toko baju yang merangkap layanan jasa fotokopi itu, memang sedang sepi pembeli. Saat itu, datang seorang perempuan. Dia mengaku hendak membeli barang-barang di tokonya.

Perempuan setengah baya itu, mengaku bernama Diah yang bekerja sebagai salah seorang pegawai di salah satu rumah sakit di Kudus. Kepada Yeni, pelaku mengatakan kenal beberapa orang yang biasanya mengambil dagangan di tokonya.

Pelaku kemudian memilih baju-baju yang ada di tokonya. Yeni mengaku tidak sadar jika kemudian pelaku mengumpulkan baju-baju tersebut dan meminta plastik hitam untuk membungkus baju-baju tersebut.

Setelah itu, pelaku kemudian meninggalkan korban begitu saja. Dan dia baru sadar ketika orang itu sudah pergi. Dikatakan Yeni, dirinya langsung mencoba mengejar pelaku, namun sudah tidak kelihatan lagi. Demikian juga dengan nomor telepon yang tadi diberikan pelaku kepadanya, juga sudah tidak aktif.

Perempuan yang merupakan pelaku itu, memiliki wajah oval, perawakan atau tinggi badan pendek, dan rambut hitam pendek. Yeni mengaku dirinya tidak sadar saat pelaku mengambil baju-baju dagangannya. Kerugian yang dialami Yeni, kurang lebih mencapai Rp 3 juta.

Selain itu, ternyata ada korban lain yang juga mengalami hal serupa, bernama Erna. Perempuan yang diduga pelaku itu, juga memiliki ciri-ciri yang sama. Namun, kepada Erna dia mengaku bernama Nur, dengan pekerjaan sama yakni pegawai koperasi di salah satu rumah sakit di Kudus. (roy/red)