Bupati Kudus ’Paksa’ Para Penerima Bantuan Hitung Uang di Tempat

 08-06-2016 22:08 WIB by Admin  764x    News
 
KUDUSNEWS.COM, Kudus - Setiap hari selalu saja ada warga Kudus yang curhat ke Pak Bupati. Mulai dari masalah pendidikan, kesehatan, bahkan persoalan lain yang lebih kompleks. Semua itu diterimanya dengan baik untuk segera dicarikan solusi. Memang, bupati membuka kran aspirasi warga secara luas.
 
Mulai dari open house setiap Selasa, maupun nomor telepon pribadinya disebarluaskan untuk masyarakat Kudus. Termasuk acara tarawih dan silaturahmi bersama (tarhima) menjadi salah satu agendanya untuk dekat dengan masyarakat. Tentunya untuk mempererat persaudaraan dengan seluruh saudaranya itu.
 
”Saya ingin ukhuwah terjalin lebih kuat dengan silaturahmi ini. Dengan saya ketemu langsung bisa tahu kondisi saudara-saudara saya,” kata Bupati Kudus H. Musthofa saat tarhima di Musala Makam Gendhot, Jepang, Mejobo, Selasa (7/6).
 
Pada malam itu bupati melalui forkopinda dan pejabat yang hadir menyerahkan berbagai bantuan. Yaitu santunan kematian, bantuan bedah rumah, dan honor untuk ketua RT dan ketua RW. Semuanya diserahkan secara tunai dengan menghadirkan pihak Bank Jateng malam itu.
 
Bupati tidak menghendaki ada pihak yang merasa telah berjasa terhadap pencairan itu. Sehingga memiinta imbalan atau memotong bantuan itu dengan alasan imbal jasa atau alasan lain. Sehingga masyarakat secara langsung menerimanya secara utuh.
 
”Saya minta uangnya dihitung dulu sebelum dibawa pulang. Pastikan jumlahnya sesuai/pas dan tidak ada potongan satu sen pun,” pinta bupati kepada seluruh penerima untuk menghitung uang yang baru saja diterima.
 
Pihaknya tidak segan-segan untuk memberikan sanksi kepada siapapun yang berani memotong bantuan dan mengambil untuk keperluan pribadi. Karena itu semua merupakan hak masyarakat yang menerima. Termasuk bantuan bedah rumah yang merupakan stimulan untuk menggugah partisipasi warga sekitar bergotong-royong membantu tetangganya.(rg)