Inspiratif, Musthofa Membangun Kudus Tak Selalu Pakai APBD

 01-09-2016 16:32 WIB by Admin  529x    News
KUDUSNEWS.COM, Semarang - Menjadi kepala daerah hingga dua periode menjadikan Musthofa semakin matang memimpin Kudus. Kreativitas dan ide liarnya semakin berkembang. Salah satunya ide cerdasnya yaitu mengembangkan pendidikan kejuruan tanpa menggunakan APBD.
 
Hal ini disampaikannya saat menjadi salah satu pembicara pada dialog journey to success live Idola FM Semarang di Hotel Grasia Semarang, Rabu (31/8). Pada acara yang berlangsung sore itu mengambil tema ‘Inspirasi untuk Negeri, Melahirkan Para Legenda’.
 
Terpilihnya Musthofa dalam dialog tersebut, karena dinilai berhasil memajukan Kudus. Sehingga layak sebagai legendayang bisa memberikan inspirasi.
 
“Kudus ini punya filosofi gusjigang. Yaitu masyarakat yang punya perilaku bagus, gemar belajar, dan berjiwa wirausaha,” kata Pak Bupati Kudus.
 
Sehingga, sangat pas kalau pada pilar pertama program pro rakyatnya, Musthofa memberdayakan UMKM. Ini karena UMKM tumbuh subur di Kudus sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, inilah kekuatan ekonomi yang sebenarnya.
 
Jiwa wirausaha terus berkembang di masyarakat sebagai pewaris Sunan Kudus. Termasuk di dalamnya yaitu para pedagang kaki lima (PKL). Di Kudus mereka menemukan surganya. Selain mendapat gerobak gratis, ada peringatan hari jadi PKL, 5 Januari.


 
“Selain itu layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan lainnya terus kami tingkatkan,” tambahnya.
 
Bahkan Pak Bupati menyebut Kudus sebagai paku buminya pendidikan. Karena idenya dalam menggagas wajib belajar 12 tahun. Ini dilakukannya karena kudus sudah tuntas paripurna untuk pendidikan hingga SMP sederajat di tahun 2009.
 
Kini, dirinya ingin tidak selalu bergantung pada APBD dalam membangun Kudus. Konkritnya, ada belasan sekolah kejuruan dengan keahlian khusus. Puluhan miliar yang dibutuhkan untuk membangun sarprasnya, semua dibiayai perusahaan.
 
“Salah satunya sekolah maritim. Meski Kudus tidak memiliki laut, tapi Kudus akan menjadi penguasa poros maritim dunia,” imbuhnya.
 
Yang lebih menggembirakan, siswa siswi SMK unggulan ini sudah habis dipesan perusahaan ketika lulus nanti. Jadi nantinya tidak disibukkan dengan mencari pekerjaan. Tetapi sudah menjadi tenaga profesional.
 
“Pendidikan merupakan modal membangun bangsa. Dan ini semuanya kita persiapkan untuk masa depan generasi penerus,” jelasnya.
 
Di akhir acara, Pak Musthofa merasa bersyukur dengan kondisi masyarakat Kudus. Kemajuan yang kini terwujud tak bisa dilepaskan dari dukungan stake holder dan seluruh masyarakat. Inilah modal berharga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kudus.(rg)