Bupati Kudus Tanamkan Pelestarian Lingkungan dan Alam Sejak Dini

 01-01-2017 08:33 WIB by Admin  78x    News
 
Tetapkan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Hidup
 
KUDUS-Indonesia kaya dengan segala sumberdaya alamnya. Bahkan, bukan hanya alam saja, melainkan segala sumber lain yang memberikan manfaat bagi manusia. Termasuk di dalamnya ada unsur wisata, budaya, dan edukasi. Begitu pula yang ada di wilayah Kudus yang memiliki berbagai potensi.
 
Maka, tak salah ketika Bupati Kudus H. Musthofa membuat slogan ‘Kenali, Cintai, Kudus; Alam, Budaya, dan Pariwisatanya’. Bupati yang kini memasuki tahun kesembilan memimpin Kudus ini tak ingin itu hanyalah slogan semata. Mencintai, mengenal, dan melestarikan alam dan lingkungan ditanamkannya sejak dini bagi siswa-siswi di Kudus dengan kreativitas.
 

Bertempat di halaman SMP 1 Bae, Bupati menetapkan kurikulum muatan lokal (mulok) pendidikan lingkungan hidup (LH), Kamis (29/12). Hadir dalam acara itu Forkopinda Kabupaten Kudus, jajaran pejabat, ribuan siswa dari berbagai sekolah (mulai PAUD hingga perguruan tinggi), serta perwakilan dari Unnes dan UMK. Mulok LH ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap pendidikan LH.
 
Dikatakan Bupati, bahwa acara ini bukan hanya seremonial saja. Melainkan ada implementasi nyata bagi pemberdayaan alam dan lingkungan termasuk pengelolaan sampah. Seperti dicontohkan di SMP tersebut ada bank sampah yang terkumpul dari para siswa yang akan didaur ulang serta pengolahan sampah organik/daun menjadi kompos.
 
Proses pengolahan sampah tersebut menegaskan bahwa semua di dunia ini tidak ada yang mubazir. Asalkan semuanya dipahami untuk diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan manfaat. Ini merupakan praktik secara langsung dari pemahaman bersama dari kurikulum yang tertuang dari buku ajar.
 
”Termasuk adanya buku silabus lingkungan hidup ini sangat bagus. Saya berharap bisa dijadikan referensi bagi siswa-siswi bukan hanya di Kudus. Tetapi juga untuk seluruh Indonesia,” kata Bupati yang kini menempuh program Doktoral Undip ini.
 
Ditetapkannya mulok LH ini bermanfaat bagi masa depan alam untuk kebutuhan seluruh umat manusia. Dan ini dimulai dari para siswa, tenaga pendidik, serta para orang tua yang turut ambil peran di dalamnya untuk menjaga kebersihan lingkungan dan keberlangsungan alam.
 
”Kudus harus menjadi pioneer termasuk mulok LH ini. Semuanya harus dilandasi pendidikan. Perubahan yang lebih baik harus dilandasi pendidikan yang baik,” imbuh Bupati yang menjadi ketua harian ISEI cabang Semarang ini.
 
Setelah ditetapkannya mulok LH ini, Bupati yang juga pembina Forum UMKM Jawa Tengah ini juga berharap segera bisa menetapkan kurikulum budi pekerti. Termasuk keteladanan dari para pendidik dan tenaga kependidikan bisa sebagai contoh dan panutan sikap dan perilaku yang baik bagi para siswa dan secara umum untuk masyarakat.(*)