Bupati Yakin Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2017

 01-01-2017 08:38 WIB by Admin  245x    News

 

SEMARANG-Idola 92.6FM kembali menggelar dialog interaktif bertajuk Semarang Trending Topic yang disiarkan live Idola FM Semarang, Jumat (30/12). Diskusi untuk membangun Jawa Tengah kali ini mengambil topik “Economic Outlook 2017; prospek dan tantangan perekonomian global dan nasional bagi Jawa Tengah pada tahun 2017”. 

Dialog ini juga menghadirkan H. Musthofa, SE, MM Bupati Kudus, Dr. Enny Srihartati-Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Frans Kongi-Ketua APINDO Jawa Tengah, dan Hanawijaya-Direktur Operasional Bank Jateng. 

Dikatakan oleh Bupati Kudus, bahwa perekonomian di Jawa Tengah masih kuat. Di tahun 2017 mendatang, pasar riil masih menjadi andalan. Diantaranya dengan banyaknya pasar tradisional. 

"Tekad kami hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Bupati yang telah memasuki tahun kesembilan memimpin Kudus ini.

Bupati mencontohkan upayanya di Kudus, yaitu dengan mengembangkan jangkauan pemasaran hasil produksi usaha kecil dan mikro. Diantaranya dengan mengadakan trade show dan temu dagang di luar wilayah Kudus.

"Kami terus berihtiar memperkuat jaringan dan memperluas jangkauan pemasaran ke luar Kudus, bahkan juga ke luar Jawa Tengah" tegas Bupati Kudus yang juga ketua dewan pertimbangan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DPW Jateng ini.

Menanggapi adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi, Musthofa mengatakan salah satu faktornya adalah rendahnya penyerapan anggaran sehingga menyebabkan cash idle di bank.

Hal ini membuat lambatnya perekonomian di daerah. Karena seharusnya anggaran tersebut bisa dioptimalkan untuk menggerakkan ekonomi. Seharusnya hal ini jangan sampai terjadi dengan perencanaan yang tepat. Meskipun masih ada faktor lainnya.

Sedangkan menghadapi  perekonomian di tahun 2017, Musthofa optimis yakin bisa lebih baik selama masih ada niat dan mau berusaha. Kekuatan melalui UMKM menjadi pilar penting untuk menopangnya.

Contohnya adalah di Kudus, banyak potensi UMKM yang merambah ekspor. Diantaranya kerajinan/hiasan asal desa Jurang, Gebog, yang menembus pasar Amerika. Bahkan bordir Kudus akan dibawa Ivan Gunawan ke ajang Miss Universe tahun depan.

"Inilah yang selalu saya katakan, dari Kudus menuju Indonesia untuk menguasai dunia," imbuhnya di hadapan peserta diskusi yang mayoritas dari para pelaku ekonomi dan akademisi ini.

Untuk menekan inflasi,  bupati mengajak para kaum perempuan untuk menanam tanaman produktif, salah satunya adalah cabe. Setiap lahan harus dimanfaatkan dengan baik.

Sementara itu Dr. Enny Srihartati mengatakan bahwa dalam perekonomian tidak ada istilah hambatan. Yang ada adalah tantangan dari berbagai sektor yang harus dihadapi. Karena hidup adalah dinamika, kita harus tetap optimis. Termasuk terhadap kondisi ekonomi internasional.

Hal senada dikatakan Frans Kongi. Disebutkannya sektor industri tetap akan tumbuh baik. Sebagaimana di tahun 2016 yang telah dilalui dengan pertumbuhan yang baik. Semua itu tak lepas dari dukungan kondisi sosial politik serta nilai tukar dolar yang stabil.

Sedangkan Hanawijaya menaruh perhatian pada peran sektor perbankan dalam menumbuhkan industri mikro kecil. Pertumbuhan UMKM memberikan dampak pada bank Jateng yang diprediksi bisa tumbuh di kisaran 11 sampai 12 persen di 2017.(rg)