Bupati Kudus Gagas Polder Air untuk Tempat Wisata

 03-02-2017 16:03 WIB by Admin  319x    News
Semua Kegiatan di Tahun 2016 Akan Dievaluasi


Bupati Kudus bersama Kadin PUPR mengecek pompa Polder di dukuh Gendok Desa Jati Wetan (Foto:Rochizio)

 

 

KUDUSNEWS.COM, Kudus - Kegiatan tahun 2016 telah usai. Termasuk berbagai proyek fisik telah rampung dikerjakan. Namun demikian, masih ada waktu enam bulan untuk pemeliharaan. Namun adanya curah hujan yang tinggi membuat ada infrastruktur yang mengalami kerusakan.

 

Melihat hal ini, Bupati Kudus H. Musthofa akan mengevaluasi semua kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2016. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani kegiatan fisik diminta paparan mengenai kegiatan yang telah dilaksanakannya.

 

”Ini untuk antisipasi agar hasil pembangunan ini benar-benar berkualitas bagus. Saya minta semua ditata dengan baik,” kata Bupati saat meninjau talud di Jati Kulon, Jati, Kamis (2/2).

 

Pesannya ini diminta segera ditindaklanjuti OPD terkait. Meski ada sejumlah proyek yang berpindah kewenangan, Bupati meminta semuanya bisa bersinergi ikut menata dan mengawasi dengan baik. Misalnya Dinas PUPR dengan Dinas PKPLH.

 

”Pemkab Kudus ini kan satu tim. Jadi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Semua harus kerja sama dengan baik,” pesannya.

 

Mengenai hal-hal teknis dirinya ingin yang terbaik dengan melibatkan yang ahli di bidangnya. Sedangkan untuk tahun 2017 dirinya mengharapkan semuanya harus lebih baik. Karena semua sudah melalui tahap review anggaran yang dilakukan Inspektorat Daerah.

 

 

*Gagas Tempat Wisata

 

Kegiatan Bupati pagi itu dilanjutkan dengan melihat kondisi pompa di polder air atau kolam retensi. Kolam yang dibangun beberapa tahun lalu itu menampung luapan air untuk disedot ke sungai Wulan yang membatasi Kudus dengan Demak.

 

Melihata adanya sampah, bupati meminta kepala desa Jati Wetan, Jati untuk menggerakkan masyarakatnya kerja bakti. Karena ini demi kepentingan bersama seluruh masyarakat di Dukuh Gendok tersebut.

 

”Karena pemerintah sudah membangun fasilitas ini, saya meminta masyarakat ikut menjaga,” katanya di hadapan kepala desa dan warga setempat.

 

Bupati yang telah membangun Kudus dengan berbagai taman yang cantik dengan tagline kota di tengah taman ini, diharapkan memberikan inspirasi bagi seluruh masyarakat. Bahkan lingkungan di manapun di Kudus harus bersih dan tertata rapi.

 

”Kudus nggak boleh kotor. Harus bersih, biar kita sehat,” pesannya.

 

Bahkan, rencananya ke depan polder air akan digelontor tambahan dana sebesar Rp. 1 miliar. Anggaran ini untuk menambah volume penampungan air. Sehingga mengurangi risiko terjadinya banjir. Harapannya seperti Negara Belanda yang tertata bagus meski di bawah permukaan air laut.

 

”Nantinya akan kami tata dan dikembangkan menjadi tempat wisata. Ini namanya membuat ‘Londo-londonan’ ala Jati Wetan,” tambahnya.

 

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Jati Wetan Suyit, mengaku mendukung gagasan ini. dirinya bersama warganya mendukung adanya tempat wisata ini. Semua demi Kudus yang semakin baik, bersih, dan cantik.(rg)