Bupati Minta Masyarakat Kudus Tetap Menjaga Kerukunan

 03-02-2017 16:08 WIB by Admin  520x    News

Bupati Kudus melaksanakan Safari Jumat di Masjid Jami' Rohmatan Lil Alamin Desa Jepang Pakis Kecamatan Jati (foto:Rochizio)


KUDUSNEWS.COM, Kudus - Sebuah daerah atau negara bisa maju manakala ada sebuah kedamaian di dalamnya. Tanpa itu rasanya sulit negara itu untuk melaju melesat meraih tujuannya. Begitu pula yang dibutuhkan di Kudus ini untuk membangun, yaitu kondusivitas.
 
Kondisi yang baik tersebut tidak bisa hanya tercipta dari peran pemerintah atau sekelompok orang saja. Melainkan butuh seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Kondisi yang sudah terjaga baik ini harus dipertahankan.
 
"Masyarakat saya minta untuk tidak terprovokasi hal-hal yang merusak persatuan. Ikuti saja alim ulama. Negara kita negara Pancasila. Hargai perbedaan," pesan Bupati Kudus H. Musthofa saat Safari Jumat di Masjid Rohmatallilalamin, Jepangpakis, Jati, Jumat (3/2).
 
Bupati yang sudah dua peiode memimpin Kudus ini mampu mengajak masyarakat menciptakan iklim yang anan dan nyaman. Kondisi inilah sebagai modalnya membangun Kudus dalam berbagai sektor. Kearifan lokal dijaganya dengan baik.
 
"Saya tegaskan juga bahwa di Kudus tidak boleh ada karaoke. Kudus ini milik bersama, mari kita bangun bersama," imbuh bupati yang telah mencanangkan hari ngaji ini.
 
Bahkan, simbol kerukunan dalam kuatnya religiusitas warga Kudus, bupati membebaskan biaya pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bagi semua tempat ibadah. Tempat ibadah harus memiliki legalitas yang sah dan jelas secara hukum. Agar tidak mengundang masalah di kemudian hari.
 
Program pro rakyat yang telah digagasnya sejak 2008 lalu, hingga kini masih berjalan untuk masyarakat. Harapannya hanyalah membantu semua yang dibutuhkan masyarakat terutama bagi yang kurang beruntung secara ekonomi. 
 
Salah satu programnya yang unik adalah khitan gratis. Ini bukan khitan masal, melainkan khitan dengan memilih hari sendiri. Program ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Selain program pendidikan dan kesehatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
 
"Saya kembali ingatkan, jangan sampai ada anak yang putus sekolah dan jangan sampai ada warga Kudus yang masih kesulitan dalam layanan kesehatan," pungkasnya.(rg)